KABAR MADURA | Memasuki awal bulan Agustus 2026, nilai bahan pokok di pasar tradisional Pamekasan, khususnya Pasar Kolpajung, terpantau kondusif dan tidak mengalami kenaikan.
Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Abdurrahman Nahrul, melalui Analisis Perdagangan Ahli Pertama, Riva Silviani, mengatakan bahwa sejumlah kebutuhan pokok justru mengalami penurunan nilai signifikan sejak akhir Juli kemarin.
“Sementara untuk bulan Agustus belum ada kenaikan harga, Aman semua, malah banyak nan turun untuk akhir Juli,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Komoditas nan mengalami penurunan nilai di antaranya adalah telur ayam, daging ayam, bawang merah, bawang putih, hingga cabai. Harga telur berada di nomor Rp23.000 per kilogram dari nan sebelumnya menepati nilai Rp28.000. Sementara itu, nilai daging ayam turun dari nilai awal Rp40.000 sampai Rp42.000 menjadi Rp38.000 per kilogram.
Silvi mengungkapkan bahwa penurunan nilai serta kestabilan pasokan tersebut dipengaruhi oleh melimpahnya stok di tingkat pedagang nan didatangkan tidak hanya dari produksi lokal, melainkan juga dari luar wilayah Pamekasan.
Selain aspek pasokan, perubahan nilai komoditas seperti telur dan daging ayam sangat berangkaian dengan adanya alias mulainya operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kemarin pas waktu anak sekolah tetap libur, MBG tidak beroperasi. Biasanya jika MBG belum beraksi itu nilai telur dan daging turun. Kalau sudah masuk kembali ke sekolah dan ada proses MBG nan berlangsung, nah itu kelak harganya bisa naik,” jelasnya.
“Memang produksinya banyak dan stoknya tetap banyak di pedagang, lantaran mereka mendatangkan bukan produksi lokal saja, tapi dari luar Pamekasan,” tambah Siilvi tentang sttok telur saat ini nan dinilai melimpah lantaran pasokan nan terus masuk.
Menanggapi kondisi pasar tersebut, pihaknya memilih untuk tetap melakukan pemantauan intensif sembari memastikan kestabilan nilai di lapangan.
“Karena nilai telur dan daging belum ada kenaikan lagi sampai saat ini dan nilai tetap di bawah HAP ialah Harga Acuan Penjualan, jadi kita tetap monitoring. Untuk langkah langkah intervensi belum kami lakukan lantaran harganya tetap stabil dan dalam rentang aman,” pungkasnya. (fit/waw)

1 hari yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·