PAMEKASAN, koranmadura.com – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jawa Timur XI (Madura), Hj. Ansari mengimbau masyarakat untuk memperkuat mitigasi musibah sejak dini. Kesiapsiagaan publik dinilai sebagai kunci utama untuk menekan akibat serta akibat kerugian akibat musibah alam.
Pesan tersebut disampaikan Hj. Ansari dalam agenda Sosialisasi Penguatan Resiliensi terhadap Bencana dan Perubahan Iklim di Tingkat Lokal di Balai Desa Laden, Kecamatan Pamekasan, Minggu, 9 Agustus 2026.
Kegiatan nan berjalan pada 9–11 Agustus 2026 ini turut dihadiri Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB Nadhirah Seha Nur, Kepala BPBD Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi, serta Pj Kepala Desa Laden Syaiful Arif Azzam.
Hj. Ansari menegaskan bahwa pemahaman bakal potensi musibah di area tempat tinggal sangat penting, mengingat Pamekasan mempunyai kerentanan musibah nan berbeda di tiap pergantian musim.
“Mitigasi kudu dilakukan sejak awal agar akibat musibah bisa diminimalkan,” kata Hj. Ansari.
Ia menilai tindakan mitigasi tidak selalu menuntut langkah besar, melainkan bisa dimulai dari kebiasaan menjaga lingkungan di area pemukiman rumah. Masyarakat diimbau bijak mengelola sampah rumah tangga dan tidak membuangnya secara sembarangan agar tidak menyumbat saluran air alias memicu masalah lingkungan.
Selain itu, penduduk diminta memperbanyak vegetasi hijau dan mempertahankan ruang terbuka hijau sebagai area resapan air hujan.
“Jangan semua laman dibeton. Sisakan ruang terbuka dan tanam pohon,” ujarnya.
Pj Kepala Desa Laden, Syaiful Arif Azzam mengapresiasi sosialisasi tersebut dan berambisi forum ini menjadi jembatan penyaluran aspirasi mengenai kebutuhan prasarana penanganan musibah di desanya.
“Kami berambisi aspirasi masyarakat dapat diperhatikan,” ujarnya.
Senada dengan perihal itu, Kepala BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi menjelaskan dinamika musibah daerah; musim hujan rawan banjir, longsor, dan angin kencang, sedangkan musim tandus rentan kekeringan serta kebakaran lahan. Pihaknya juga mengusulkan peremajaan armada mobil tangki air nan mulai menua demi mengoptimalkan penanganan krisis air.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB, Nadhirah Seha Nur menekankan pentingnya kerjasama lintas sektor serta edukasi simulasi kebencanaan berkala bagi warga.
“Mitigasi dan latihan kudu terus ditingkatkan,” pungkasnya. (Sudur/Fine)

15 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·