SAMPANG, koranmadura.com – Dugaan penyekapan seorang penduduk di Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mendadak viral di media sosial.
Insiden tersebut menghebohkan publik usai beredarnya rekaman video berdurasi 1 menit 20 detik nan memperlihatkan seorang laki-laki hanya mengenakan celana pendek dalam kondisi tangan dan kaki terikat serta tubuh dipenuhi luka. Video tersebut sempat dibubuhi narasi liar mengenai keterlibatan perselisihan upaya narkotika.
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Puji Eko Waluyo dalam keterangan tertulisnya membenarkan adanya kejadian dugaan penganiayaan berujung penyekapan tersebut. Pihaknya menjelaskan bahwa peristiwa itu terendus petugas pada Sabtu, 8 Agustus 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.
Menindaklanjuti info tersebut, sekitar pukul 14.15 WIB petugas kepolisian langsung bergerak melakukan pemeriksaan dan penggeledahan di letak kejadian, ialah rumah terduga pelaku di Dusun Gunung Anyar, Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang.
“Sesampainya di lokasi, petugas saat itu ditemui oleh terlapor beserta keluarganya, namun tidak menemukan seseorang nan diduga sebagai korban penyekapan ialah Hayat (35) aega asal Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang,” kata AKP Puji Eko Waluyo dalam keterangan tertulisnya, Senin, 10 Agustus 2026 hari ini.
Kendati korban berjulukan Hayat tidak ditemukan di tempat saat penggerebekan, petugas mengamankan seorang wanita berjulukan Dahlia asal Aceh nan mengaku sebagai istri korban.
“Sehingga petugas pun mengamankan pemilik rumah dan wanita nan mengaku istri korban penyekapan ke Mapolsek Ketapang untuk dimintai keterangan,” terangnya.
Mengenai motif di kembali tindakan biadab tersebut, AKP Puji menepis narasi narkotika nan beredar di media sosial. Penyebab utama penyekapan dipastikan murni akibat polemik utang piutang berbobot ratusan juta rupiah nan belum dituntaskan korban.
“Motifnya berasas info ialah soal piutang. Sedangkan penyekapan terjadi selama tiga hari lamanya sejak 5-8 Agustus 2026” pungkasnya. (Muhlis/Fine)

1 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·