Gila Ilmuan Temukan Status DNA di Lukisan Purba

6 hari yang lalu 7

 Kompas.com

ARENAMADURA.COM, HIBURAN – Baru-baru ini para intelektual nemuin sesuatu nan bikin merinding. DNA manusia purba nan tetap tersimpan di lukisan gua! Iya, beneran. Mereka sukses ngambil jejak genetik dari seni cadas di Spanyol dan Portugal, dan ini bisa jadi kunci buat ngungkap siapa sebenarnya pelukis gua era dulu.

Sebenernya kita udah cukup tahu siapa nan bikin lukisan gua itu. Dari sisa-sisa material dan tulang-belulang nan ditemukan, kita bisa nebak-nebak gambaran besar mereka. Tapi jika soal DNA-nya? Nah, itu baru pertama kali bisa diungkap, berkah penelitian terbaru nan dipublikasikan di Nature Communications.

Tim peneliti internasional, seperti nan dilaporkan New Scientist, sukses membuktikan jika jejak DNA manusia bisa memperkuat di tembok gua selama ribuan tahun. Ini membuka kesempatan besar buat ngidentifikasi siapa aja nan terlibat dalam pembuatan seni tertua di bumi alias setidaknya siapa nan pernah berinteraksi dengan lukisan itu.

Caranya gimana? Mereka ngambil sampel dari 24 panel seni cadas di 11 gua, mulai dari pigmen, kerak kalsit, sampai material tembok di sekitarnya. Dari 120 sampel nan dikumpulin, hanya 5 nan mengandung DNA manusia purba. Kelihatannya kecil, tapi ini prestasi gede banget, soalnya sebelumnya nggak ada nan pernah nemuin DNA manusia purba dari seni cadas.

Penemuan ini bisa jadi game changer, lho. Bayangin, kita bisa nambah dimensi baru dalam memahami lukisan gua nan ditinggal nenek moyang kita dulu.

Sampel paling oke datang dari Gua Escoural di Portugal. Di sana, para peneliti nemuin DNA manusia nan terawetkan bareng lapisan kalsit penutup lukisan. Usianya diperkirakan minimal 2.000 tahun, apalagi mungkin lebih tua lagi, lantaran gua itu tertutup sekitar 4.000–5.000 tahun lalu.

Diduga, materi genetik ini berasal dari air liur, keringat, alias sel kulit nan tertinggal bisa dari si pelukis, alias dari orang lain nan nyentuh lukisan itu nggak lama setelahnya. nan menarik, dari sampel itu mereka bisa simpulin jika DNA tersebut berasal dari seorang wanita dan seorang pria, dan cocok dengan dua populasi pemburu-pengumpul Barat nan hidup sekitar 5.200 sampai 16.700 tahun lalu.

Ke depannya, siapa tahu kita bisa tahu lebih banyak lagi. Soalnya teknik ini tetap baru dan tingkat pengawetan DNA tiap gua beda-beda. Sayangnya, lukisan antik ini nggak ada tandatangan di pojok kayak pelukis era sekarang, tapi syukurlah teknologi genetika udah makin canggih. Kini kita bisa ngintip sedikit info biografis paling dasar dari kerabat tua kita nan rupanya jago melukis sejak ribuan tahun lalu!

Editor: Redaksi

Post navigation

Selengkapnya