FBA UNIBA Madura Fokus Perkuat Kualitas, Targetkan Peningkatan Akreditasi

8 jam yang lalu 1

KABAR MADURA | Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura terus memperkuat kualitas akademik dan kelembagaan. Fokus utama saat ini diarahkan pada pengembangan Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris nan menjadi satu-satunya program studi di bawah FBA.

FBA UNIBA Madura mulai dirintis sejak 2021 dan resmi memperoleh izin pendirian Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris pada Januari 2024. Setelah surat keputusan (SK) perizinan pendirian diterbitkan, FBA melakukan beragam persiapan untuk memastikan program studi dapat melangkah secara akademik maupun administratif.

Persiapan itu mencakup penyusunan dan pengembangan kurikulum, capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), rencana pembelajaran semester (RPS), perangkat pembelajaran, standar operasional prosedur (SOP), hingga penguatan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta sistem penjaminan mutu akademik.

“Setelah SK perizinan pendirian keluar, kami tidak hanya langsung menjalankan perkuliahan, tetapi juga menyiapkan beragam perangkat akademik dan administratif agar program studi dapat melangkah sesuai standar. Kurikulum, RPS, SOP, SDM, sarana prasarana, sampai sistem penjaminan mutu terus kami benahi,” papar Dekan FBA UNIBA Madura, Lailiy Kurnia Ilahi, Kamis (13/8/2026).

Memasuki tahun ketiga, FBA sekarang lebih memprioritaskan penguatan kualitas Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun fondasi akademik nan kuat sebelum melakukan pengembangan lebih luas di masa mendatang.

Madura FM

Dari sisi kurikulum, FBA terus melakukan pengembangan dari kurikulum nan sebelumnya berbasis kerangka kualifikasi nasional indonesia (KKNI) menuju pendekatan outcome based education (OBE).

Pengembangan kurikulum itu diarahkan agar lulusan mempunyai kompetensi nan relevan dengan kebutuhan bumi kerja, terutama pada bagian bahasa, kebudayaan, english for business, edupreneurship, dan tourism.

Upaya peningkatan mutu juga dibarengi dengan penguatan legalisasi program studi. Pada proses legalisasi pertama, Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris memperoleh status Terakreditasi Sementara. Ke depan, FBA menargetkan peningkatan status legalisasi menjadi Baik Sekali.

“Akreditasi pertama bagi kami menjadi injakan untuk melakukan pertimbangan dan perbaikan. Target kami bukan hanya mempertahankan apa nan sudah ada, tetapi terus meningkatkan kualitas sehingga pada proses legalisasi berikutnya kami bisa mencapai predikat Baik Sekali,” jelasnya.

Peningkatan kualitas turut dilakukan melalui pengembangan prestasi mahasiswa. Sejak 2025, mahasiswa FBA telah mengikuti beragam kejuaraan akademik, seperti speech, story telling, dan paper presentation. Dalam sejumlah kejuaraan bahasa Inggris, mahasiswa FBA juga sukses meraih lencana perak dan emas di tingkat nasional.

Tidak hanya berkompetisi, mahasiswa juga mulai diarahkan untuk aktif dalam aktivitas akademik bertaraf internasional. Sejumlah karya mahasiswa saat ini tetap menunggu pengumuman mengenai tulisan nan dipresentasikan maupun nan diajukan untuk publikasi alias diterima dalam international conference.

“Prestasi mahasiswa tentu menjadi bagian dari parameter kualitas nan mau terus kami tingkatkan. Kami mau mahasiswa tidak hanya aktif di dalam kelas, tetapi juga mempunyai pengalaman berkompetisi, menulis, mempresentasikan karya, dan berjejaring dalam forum akademik nan lebih luas, termasuk internasional,” terangnya.

Untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, FBA juga terus memperluas kerja sama di bagian pendidikan melalui kerjasama dengan beragam pihak. Selain itu, FBA sedang melakukan penjajakan kerja sama internasional dengan mitra nan bergerak di sektor pariwisata dan perhotelan.

Kerja sama itu diharapkan dapat membuka ruang pembelajaran sekaligus memberikan pengalaman ahli kepada mahasiswa. Dengan demikian, lulusan tidak hanya mempunyai keahlian bahasa Inggris secara akademik, tetapi juga keahlian nan sesuai dengan kebutuhan industri dan bumi kerja.

Ke depan, FBA tetap bakal berfokus pada peningkatan kualitas program studi nan saat ini berjalan. Pengembangan bagian bahasa asing lainnya, termasuk kemungkinan pengembangan Bahasa Mandarin dan Bahasa Jerman, menjadi bagian dari visi jangka panjang nan bakal dipertimbangkan berasas kebutuhan masyarakat, perkembangan bumi kerja, serta kesiapan akademik dan kelembagaan.

“Untuk pengembangan bahasa lain, tentu ada kemauan ke arah sana. Tetapi saat ini kami tetap konsentrasi memperkuat program studi nan sudah ada. Kami mau kualitasnya betul-betul kuat terlebih dahulu. Ke depan, jika kebutuhan masyarakat dan bumi kerja mendukung serta kesiapan internal sudah terpenuhi, tentu kesempatan pengembangan itu terbuka,” ungkap Lailiy.

Dengan demikian, FBA UNIBA Madura menempatkan peningkatan mutu sebagai prioritas utama. Penguatan tersebut dilakukan melalui pembenahan kurikulum, peningkatan akreditasi, pengembangan kompetensi dan prestasi mahasiswa, penguatan SDM, hingga ekspansi jejaring kerja sama.

Langkah tersebut menjadi fondasi bagi FBA UNIBA Madura untuk berkembang secara berjenjang dan berkelanjutan, sekaligus menyiapkan lulusan nan bisa menjawab kebutuhan bumi kerja di masa mendatang. (km97/ong)

Selengkapnya