BANGKALAN, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop Umdag) bakal melakukan pembaharuan enam pasar tradisional di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, pada 2026.
Pemkab Bangkalan mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,2 miliar. Renovasi difokuskan pada perbaikan akomodasi pasar nan mengalami kerusakan agar aktivitas perdagangan melangkah lebih nyaman dan aman.
Kepala Diskop Umdag Bangkalan, Moh. Rasuli, mengatakan pembaharuan dilakukan pada bagian tertentu nan memerlukan penanganan, termasuk los pasar dan akomodasi pendukung nan terdampak kondisi lingkungan maupun banjir.
“Ada Pasar Lomaer, Blega, Tragah, Labang, Arosbaya, dan Pasar Sepuluh. Jumlahnya enam,” ujarnya, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kondisi kerusakan setiap pasar berbeda-beda. Karena itu, pekerjaan pembaharuan bakal disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan di lapangan.
“Ada nan hanya perbaikan los sedikit. Ada nan pemasangan bata paving juga lantaran banjir,” jelasnya.
Untuk keseluruhan pembaharuan enam pasar tersebut, Diskop Umdag Bangkalan menyiapkan anggaran sekitar Rp1,2 miliar. Anggaran itu juga mencakup biaya perjalanan dan pengawasan.
“Totalnya itu jika tidak salah Rp1,2 miliar, dengan perjalanan dan pengawasan,” ungkapnya.
Rasuli belum merinci besaran anggaran nan dialokasikan untuk masing-masing pasar. Sebab, pembagian anggaran dilakukan berasas kebutuhan dan prioritas setiap lokasi.
“Ya, sesuai dengan anggarannya. Sementara keahlian finansial sesuai dengan prioritasnya,” tutupnya. (MAHMUD/DIK)

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·