Bunda Genre Kabupaten Sampang Evi Slamet Junaidi foto berbareng para finalis Duta Genre 2026. (KLIKMADURA)
SAMPANG || KLIKMADURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui Program Generasi Berencana (Genre) sebagai upaya menyongsong bingkisan demografi dan Indonesia Emas 2045.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui Grand Final Pemilihan Duta Genre Kabupaten Sampang 2026 nan digelar di Pendopo Trunojoyo, Selasa (28/7/2026).
Ajang tersebut tidak sekadar memilih pasangan putra-putri terbaik sebagai Duta Genre. Para finalis dipersiapkan menjadi pemasok edukasi nan bisa menyampaikan beragam rumor strategis kepada kalangan remaja, mulai dari kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan usia dini, ancaman penyalahgunaan narkoba, hingga perencanaan masa depan.
Kegiatan itu dihadiri Bunda Genre Kabupaten Sampang Evi Slamet Junaidi, Kepala Kantor Kementerian Agama, Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana, para kepala sekolah pendamping, serta puluhan finalis nan telah melewati serangkaian tahapan seleksi.
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Sampang dr. Dwi Herlinda Lusi Harini mengatakan, Program Genre merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam membentuk generasi muda nan sehat, produktif, dan mempunyai perencanaan hidup nan matang.
Pembinaan dilakukan secara berkepanjangan melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) agar remaja mempunyai bekal dalam merencanakan pendidikan, karier, hingga kehidupan berfamili secara bertanggung jawab.
“Pemilihan Duta Genre ini bermaksud mencari figur motivator nan terampil, berkarakter, dan bertakwa sehingga dapat menjadi role model bagi rekan sebayanya. Keterlibatan aktif remaja juga menjadi langkah preventif nan strategis dalam merespons perhatian publik mengenai penanganan stunting serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sampang,” ujar dr. Dwi Herlinda Lusi Harini.
Bunda Genre Kabupaten Sampang Evi Slamet Junaidi mengingatkan, para finalis mempunyai tanggung jawab besar setelah mengikuti arena tersebut. Mereka diharapkan bisa menjadi motor penggerak perubahan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
“Sebagai Duta Genre, kalian bakal menjadi pemasok perubahan. Kalian kudu bisa mengedukasi kawan sebaya tentang pentingnya pendidikan, kesehatan reproduksi, ancaman napza, pencegahan pernikahan usia dini, serta pentingnya membangun family nan sehat dan sejahtera,” tegasnya.
Sebelum tampil di babak grand final, seluruh peserta mengikuti proses seleksi selama lebih dari satu bulan. Tahapan dimulai dari pendaftaran dan seleksi manajemen pada 24 Juni hingga 10 Juli 2026, dilanjutkan tes tertulis secara daring, wawancara tahap pertama, hingga wawancara akhir.
Dari total 83 peserta tingkat SMA dan SMK sederajat, panitia akhirnya menetapkan 10 pasang finalis putra dan putri untuk tampil pada malam grand final.
Seluruh finalis dinilai tidak hanya berasas keahlian akademik, tetapi juga kepemimpinan, komunikasi, wawasan, dan kepedulian terhadap persoalan remaja.
Pemkab Sampang berambisi Pemilihan Duta Genre tidak berakhir sebagai agenda seremonial tahunan. Para duta nan terpilih diharapkan bisa menjadi pelopor perubahan, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta mendukung terwujudnya Sampang nan lebih maju menuju Indonesia Emas 2045. (ali/nda)

2 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·