KABAR MADURA | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan tengah menyiapkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) modern sebagai pengganti TPST di belakang Bangkalan Plaza nan telah berakhir beroperasi. Penghentian operasional itu terjadi setelah masa perjanjian berhujung dan keberadaannya mendapat penolakan dari penduduk sekitar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Bangkalan, Achmad Siddik, mengatakan bahwa TPST baru saat ini tetap memasuki tahap uji coba. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beraksi penuh pada Agustus 2026 mendatang.
“TPST ini sebagai pengganti nan di belakang Bangkalan Plaza lantaran kontraknya sudah putus dan juga dikeluhkan warga. Sekarang tetap tahap uji coba, mudah-mudahan bulan Agustus sudah bisa operasional,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Pada tahap awal uji coba, tambah Siddik, pengangkutan sampah tetap menggunakan empat kontainer. Meski demikian, seluruh sarana dan prasarana pendukung telah tersedia sehingga tinggal menunggu hasil uji coba sebelum dioperasikan secara penuh.
“Peralatannya sudah komplit semua, sudah siap. Tinggal menunggu hasil uji coba,” jelasnya.
Dia juga menyebut, pembangunan akomodasi itu menelan anggaran sekitar Rp700 juta nan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bangkalan 2026. Proses pengadaan telah dimulai sejak April 2026 dan saat ini seluruh mesin nan dibutuhkan telah terpasang.
Menurutnya, TPST baru itu dilengkapi beragam teknologi pengolahan sampah, mulai dari conveyor untuk memilah sampah organik dan nonorganik hingga mesin pirolisis nan bisa mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar biosolar.
“Nanti ada conveyor untuk pemilahan sampah organik dan nonorganik. Kemudian ada mesin pirolisis, sehingga sampah plastik bisa diolah menjadi biosolar,” pungkasnya. (fik/zul)

2 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·