(KM/AINOR ROFIK) MEMBANTAH: Ketua Yayasan Laili Izzatul Faiqoh, H Subaidi, didampingi kepala dapur memberikan penjelasan mengenai tudingan SPPG Gili Timur mengeluarkan aroma tidak sedap.
KABAR MADURA | SPPG Gili Timur, Kecamatan Kamal, Bangkalan, membantah tudingan mengeluarkan aroma tidak sedap nan mengganggu warga. Tudingan itu tersebar luas di pemberitaan dan media sosial seperti TikTok.
Pengelola memastikan kebersihan dapur dan pengelolaan limbah telah dilakukan sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN). Ketua Yayasan Laili Izzatul Faiqoh, H Subaidi, justru mempertanyakan sumber aroma nan disebut berasal dari SPPG nan dikelolanya.
“Kalau memang ada aroma tak sedap, kami mau tahu tempatnya di mana dan sumbernya dari mana. Bisa dilihat,” ujarnya, Rabu (19/8/2026).
Subaidi menegaskan, pengelolaan SPPG selama ini dilakukan sesuai dengan ketentuan nan ditetapkan BGN. Kata dia, pihaknya tidak main-main dalam menjaga kebersihan, baik selama proses produksi maupun dalam pengelolaan limbah.
Dia menyebut, kebersihan dapur, kualitas makanan, hingga pengelolaan limbah menjadi bagian dari komitmen SPPG. Sebab itu, dia membantah tudingan nan menyebut keberadaan dapur MBG miliknya menimbulkan gangguan bagi penduduk sekitar.
Meski demikian, Subaidi mengaku terbuka terhadap kritik maupun masukan. Dia juga mempersilakan lembaga mengenai alias Satgas melakukan pengecekan secara langsung untuk memastikan kondisi SPPG.
“Kami terbuka. Silakan lembaga mengenai datang dan memandang langsung kondisi SPPG. Kami menjaga kebersihan dapur dan lingkungan sekitar agar tetap bersih, sehat dan asri,” tegasnya.
Lebih lanjut, Subaidi menambahkan, keberadaan SPPG tidak boleh memberikan akibat jelek bagi masyarakat sekitar. Sebaliknya, dia berharap, keberadaan SPPG dapat memberikan manfaat, baik dari sisi ekonomi maupun pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Subaidi juga memastikan akomodasi pengelolaan limbah telah tersedia. Salah satunya adalah instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) nan telah terpasang.
“Kelengkapan sudah kami penuhi termasuk IPAL lantaran menurut kami kebersihan dan kesehatan lingkungan menjadi komitmen kami. Jadi tudingan itu bisa disebut mengada-ngada,” pungkasnya. (fik/zul)


1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·