Dipicu Dendam Asmara, Tragedi Berdarah Kembali Terjadi di Sampang

1 jam yang lalu 1

SAMPANG, koranmadura.com – Peristiwa pertikaian berdarah menggunakan senjata tajam (sajam) kembali terjadi Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Setelah sebelumnya terjadi di Kecamatan Kedungdung, kejadian serupa sekarang terjadi di depan sebuah bengkel motor di Dusun Jablung, Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, pada Jumat malam, 24 Juli 2026.

Insiden nan terjadi sekira pukul 21.00 wib tersebut melibatkan tiga orang, ialah S (60), penduduk Dusun Paleh, Desa Pao Pale Daya, Kecamatan Ketapang; H (44), penduduk Dusun Ram Aram, Desa Masaran; serta HR (51), penduduk Dusun Jablung, Desa Masaran.

Kasi Humas Polres Sampang, AKP Puji Eko Waluyo, menjelaskan bahwa peristiwa bermulai ketika sekira pukul 20.50 wib, S nan mengendarai sepeda motor dari arah selatan berhadapan dengan HR nan sedang berboncengan dari arah utara.

“Saat berpapasan, HR tiba-tiba menabrakkan sepeda motornya ke sepeda motor S. Akibatnya, terjadi cekcok mulut nan bersambung pada perkelahian,” ujar AKP Puji, Sabtu, 25 Juli 2026.

Awalnya, kedua belah pihak berantem menggunakan kayu, namun sukses dilerai oleh rekan nan dibonceng HR. Setelah dilerai, HR mendatangi rumah sepupunya, H, di Dusun Jablung untuk menceritakan kejadian tersebut.

“Mendengar cerita HR, H tidak terima dan emosi. H kemudian membujuk HR mengambil celurit untuk mencari S di rumah istrinya. Namun, S tidak ada di lokasi,” lanjutnya.

Tak menyerah, HR dan H terus menyisir jalan hingga akhirnya menemukan S sedang berada di sekitar bengkel motor seorang diri.

“Di letak itulah terjadi perkelahian dan penganiayaan menggunakan senjata tajam oleh HR dan H terhadap S. Akibatnya, ketiga orang tersebut sama-sama mengalami luka sabetan,” terang AKP Puji.

Dalam duel berdarah tersebut, S menggunakan sebilah parang, sedangkan H dan HR mengacungkan celurit.

Akibat peristiwa ini, H mengalami luka sayat di paha kanan dan luka lecet di siku kanan akibat jatuh. HR mengalami luka di tangan kanan, sementara S menderita luka di bagian tangan kanan serta kepala bagian belakang.

Polisi telah mengamankan peralatan bukti berupa busana bergelimang darah milik terduga pelaku. Namun, kendaraan dan senjata tajam nan digunakan belum ditemukan lantaran diduga disembunyikan oleh pihak keluarga.

“Pertikaian berdarah ini diduga dipicu oleh rasa sakit hati dan dendam HR terhadap S. HR tidak merestui hubungan asmara antara S dan ibunya,” pungkas AKP Puji. (MUHLIS/DIK)

Selengkapnya