Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi. (DOK. KLIKMADURA)
SUMENEP || KLIKMADURA – Aksi pengusiran terhadap sejumlah wartawan saat peresmian Polresta Sumenep berbuntut panjang. Peristiwa nan diduga dilakukan oknum personil kepolisian itu memicu gelombang protes dari kalangan insan pers di Kabupaten Sumenep.
Insiden tersebut dinilai bukan sekadar tindakan nan melukai martabat jurnalis, tetapi juga dianggap sebagai corak pelecehan terhadap pekerjaan wartawan. Bahkan, tindakan itu disebut bertentangan dengan semangat Undang-Undang Pers dan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.
Sebagai corak protes, sejumlah wartawan di Kabupaten Sumenep memutuskan memboikot undangan silaturahmi nan dilayangkan Polresta Sumenep kepada organisasi pekerjaan wartawan.
Sikap itu menjadi respons atas kejadian pengusiran nan terjadi saat aktivitas peresmian peningkatan status Polres menjadi Polresta.
Salah satu organisasi nan menyatakan sikap paling tegas adalah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep. Organisasi tersebut memastikan tidak bakal menghadiri agenda silaturahmi nan diinisiasi Kapolresta Sumenep.
Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi, menilai Polresta Sumenep sejak awal tidak menunjukkan itikad baik dalam membangun hubungan kemitraan dengan insan pers. Menurutnya, dugaan pengusiran wartawan saat peresmian justru mencerminkan sikap nan bertolak belakang dengan semangat membangun sinergi.
“Kalau memang mau menjalin kerja sama nan baik dengan wartawan, semestinya tidak terjadi tindakan pengusiran seperti itu. Hubungan selaras nan selama ini terbangun justru tercoreng oleh tindakan tersebut,” ujarnya.
Atas dasar itu, SMSI Kabupaten Sumenep menyatakan menolak menghadiri undangan silaturahmi dari Kapolresta Sumenep. Penolakan tersebut merupakan corak sikap organisasi terhadap dugaan tindakan arogan nan dialami para jurnalis.
Meski demikian, Wahyudi menegaskan SMSI tetap terbuka andaikan Kapolresta Sumenep mau bersilaturahmi secara langsung dengan organisasi. Namun, unik terhadap undangan resmi nan telah disebarkan, SMSI memilih memboikot sebagai corak protes agar peristiwa serupa tidak kembali terulang. (nda)

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·