Jelang Penentuan Pj Sekda Sampang, Tokoh Agama Dorong Choirijah Masuk Bursa Kandidat

2 jam yang lalu 1

Kantor Bupati Kabupaten Sampang. (KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Bursa calon Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang semakin menghangat menjelang berakhirnya masa kedudukan Yuliadi Setiawan pada 1 Agustus 2026.

Di tengah proses tersebut, sejumlah tokoh kepercayaan dan kalangan pesantren mulai menyuarakan angan agar pemerintah mempertimbangkan figur nan tidak hanya mumpuni secara birokrasi, tetapi juga bisa menjaga harmoni di tengah masyarakat.

Sejumlah pejabat ketua tinggi pratama selama ini santer disebut masuk dalam bursa Pj Sekda Kabupaten Sampang. Di antaranya, Kepala Disporabudpar Marnilem, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Faisol Ansori, serta Kepala Dinas Pendidikan Nor Alam.

Di luar nama-nama tersebut, aspirasi dari kalangan ustadz dan pesantren mulai mengarah kepada Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sampang, Choirijah.

Sosok tersebut dinilai mempunyai pengalaman nan cukup dalam menjaga stabilitas wilayah lantaran selama ini aktif membangun komunikasi dengan beragam komponen masyarakat.

Menurut sejumlah tokoh agama, kedudukan Sekda bukan hanya berangkaian dengan keahlian mengelola manajemen pemerintahan, melainkan juga memerlukan kepemimpinan nan bisa menjadi perekat seluruh komponen daerah.

Karena itu, rekam jejak membangun komunikasi dengan ulama, pesantren, organisasi kemasyarakatan, pemuda, hingga lintas organisasi dinilai layak menjadi salah satu pertimbangan.

“Jabatan Sekda bukan sekadar mengelola manajemen pemerintahan. Sosok nan dipilih kudu bisa menjadi perekat seluruh unsur, membangun komunikasi nan baik dengan ulama, pesantren, organisasi masyarakat, hingga seluruh perangkat daerah,” ujar salah seorang tokoh pesantren di Sampang.

Tokoh kepercayaan lainnya juga menyampaikan pandangan serupa mengenai pentingnya memilih figur nan bisa merangkul seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, pengalaman berkomunikasi dengan beragam komponen menjadi modal krusial dalam menjaga stabilitas birokrasi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

“Selama ini kami memandang Kepala Bakesbangpol cukup intens menjalin komunikasi dengan beragam elemen. Rekam jejak seperti itu patut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan figur nan bakal memimpin birokrasi sebagai Sekda,” katanya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Sampang, Arief Lukman Hidayat, memastikan hingga sekarang belum ada nama nan diputuskan sebagai Penjabat Sekda. Pemerintah wilayah tetap melakukan pembahasan internal sebelum mengusulkan nama kepada Gubernur Jawa Timur.

“Belum ada nama nan diputuskan. Kami tetap melakukan pembahasan internal sebelum mengusulkan usulan resmi ke Gubernur Jawa Timur,” ujar Arief.

Pemkab Sampang menargetkan usulan Penjabat Sekda sudah dikirim sebelum akhir Juli agar tidak terjadi kekosongan kedudukan setelah Yuliadi Setiawan memasuki masa purnatugas.

Sementara itu, pengisian kedudukan Sekda definitif bakal dilakukan melalui sistem seleksi terbuka (open bidding) nan dapat diikuti aparatur sipil negara dari beragam wilayah di Indonesia sesuai ketentuan nan berlaku.

Menghangatnya bursa Penjabat Sekda diperkirakan bakal terus memunculkan beragam aspirasi dari masyarakat menjelang penetapan nama oleh pemerintah daerah.

Publik pun berambisi figur nan dipilih betul-betul bisa memperkuat birokrasi, menjaga komunikasi dengan seluruh elemen, serta mengawal stabilitas pemerintahan di Kabupaten Sampang. (ali/nda)

Selengkapnya