Cuaca Tidak Menentu, Petani Diminta Setop Tanam Tembakau

2 jam yang lalu 2

HUT RI ke-81

KABAR MADURA | Kepedulian Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, terhadap nasib petani kembali ditunjukkan. Di tengah kemauan sebagian petani mengejar musim tanam tembakau, orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep itu justru mengingatkan petani agar tidak terburu-buru menanam ketika kondisi cuaca mulai tidak menentu. 

Fauzi meminta petani tembakau nan belum memulai masa tanam agar mempertimbangkan kondisi cuaca secara matang. Menurutnya, waktu tanam pada bulan ini sudah cukup mepet dengan potensi datangnya musim hujan. 

“Petani tembakau jika ada nan terlambat bercocok tanam, lihat cuaca dan kondisi hujan alias tidak. Itu nan paling penting. Karena dari situasi dan kondisi sudah mepet,” ungkap Fauzi. 

Imbauan tersebut dinilai krusial lantaran tembakau merupakan salah satu komoditas nan sangat berjuntai pada kondisi cuaca. Jika hujan turun ketika tanaman belum memasuki masa panen, biaya produksi nan telah dikeluarkan petani berpotensi tidak kembali. 

Fauzi menyebut kondisi cuaca di sejumlah wilayah di wilayah barat sudah mulai menunjukkan datangnya hujan. Sementara Sumenep nan berada di wilayah timur Jawa Timur biasanya mengalami datangnya musim hujan lebih lambat. 

“Menurut kami, lebih baik jangan menyusul lagi untuk menanam pada bulan ini lantaran sudah mepet, cemas turun hujan. Di beberapa wilayah sudah turun hujan. Karena kita di posisi wilayah timur agak lambat turun hujannya. Di barat sudah hujan,” katanya. 

Sikap tersebut memperlihatkan perhatian Pemkab Sumenep terhadap keberlangsungan ekonomi petani. Fauzi tidak sekadar mendorong peningkatan produksi, tetapi juga mengingatkan agar petani tidak mengambil keputusan nan justru dapat meningkatkan akibat kerugian. 

Dia memahami bahwa sebagian petani kemungkinan sudah menyiapkan modal untuk menanam tembakau meski memasuki periode tanam nan terlambat. Namun, Fauzi meminta keputusan tersebut tetap disesuaikan dengan perkembangan cuaca. 

“Kalau tetap bercocok tanam, ya kita bermohon agar tidak hujan dulu. Karena jika hujan, nan pasti kerugian bakal melanda,” tegasnya. 

Bagi Fauzi, peningkatan produksi pertanian tetap penting, tetapi keselamatan modal dan kesejahteraan petani juga kudu menjadi pertimbangan. Karena itu, petani diminta tidak hanya mengejar sasaran produksi, melainkan membaca situasi alam sebelum menentukan langkah. 

Dalam kesempatan nan sama, Fauzi juga menyampaikan arah kebijakan pemerintah pusat mengenai prioritas pembangunan nasional, khususnya setelah pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto. 

Menurutnya, pemerintah saat ini memberikan perhatian besar terhadap ketahanan energi, ketahanan pangan, serta penyiapan generasi masa depan Indonesia. 

Untuk itu, wilayah mempunyai peran krusial dalam mendukung agenda tersebut, salah satunya dengan meningkatkan produktivitas sektor pangan. 

“Kita sesuai dengan apa nan diharapkan pemerintah pusat agar setiap wilayah berangkaian dengan ketahanan pangannya bisa melampaui tahun-tahun sebelumnya,” pungkas Fauzi. (ara/waw)

Selengkapnya