BPBD Pamekasan Kerahkan Enam Tangki Air Bersih

51 menit yang lalu 2

PAMEKASAN, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mulai menyalurkan support air bersih kepada masyarakat nan terdampak kekeringan pada musim tandus 2026.

Pendistribusian air bersih dimulai Senin, 17 Agustus 2026, dengan mengerahkan enam mobil tangki air ke sejumlah desa nan mengalami kekurangan pasokan air.

Bupati Pamekasan, Kholilurrahman mengatakan penyaluran dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berbareng lembaga terkait. Bantuan tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk sekaligus mengantisipasi akibat kekeringan.

“Ini untuk mengantisipasi kekurangan air bersih di masyarakat,” ujar Kholilurrahman.

Selain untuk mendistribusikan air bersih, armada nan disiapkan juga dapat digunakan untuk mengantisipasi kebakaran rimba dan lahan.

Berdasarkan info BPBD Pamekasan, kekeringan tahun ini melanda 11 kecamatan, 82 desa, dan 282 dusun. Wilayah tersebut masuk kategori kering langka hingga kritis.

Untuk tahap awal, BPBD menyiapkan petugas pendistribusian air bersih selama 17–22 Agustus 2026. Distribusi dilakukan secara berjenjang dengan pembagian tim berasas wilayah dan agenda pelayanan.

Sejumlah wilayah nan menjadi sasaran antara lain Kecamatan Batumarmar, Pegantenan, Waru, Pasean, Tlanakan, Pademawu, Kadur, Larangan, Galis, Proppo, dan Palengaan.

Beberapa wilayah juga mendapatkan pelayanan secara lintas kecamatan, seperti Batumarmar alias Pegantenan, Pasean alias Waru, Tlanakan alias Pademawu, serta Palengaan alias Pegantenan alias Waru alias Kadur.

Pendistribusian dibagi dalam tiga tahap, ialah 17–18 Agustus, 19–20 Agustus, serta 21–22 Agustus 2026. Pembagian tersebut dilakukan agar pelayanan air bersih dapat melangkah sesuai agenda dan menjangkau wilayah nan membutuhkan.

Armada pengedaran berasal dari BPBD dan PDAM sesuai pembagian wilayah. Petugas pendamping juga telah ditetapkan untuk membantu proses penyaluran kepada masyarakat.

Pemkab Pamekasan memastikan pengedaran air bersih tersebut menjadi bagian dari penanganan akibat kekeringan, terutama di area nan mengalami keterbatasan sumber air selama musim kemarau. (SUDUR/DIK)

Selengkapnya