Belasan Fasdes Program Upland di Sumenep Mengeluh BOP Belum Diberikan

1 jam yang lalu 3
Upland(KM/IST) BIAYA PENDAMPINGAN NGENDAP: Petani memanen bawang dari program Upland di Kabupaten Sumenep.

HUT RI ke-81

KABAR MADURA | Belasan penyedia desa (Fasdes) Program Upland di Sumenep belum menerima biaya operasional pendampingan (BOP) selama sekitar tiga bulan.

BOP tersebut merupakan biaya operasional bagi Fasdes nan bekerja mendampingi penyelenggaraan Program Upland di bawah Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan (DKPP) Sumenep.

Informasi nan diterima Kabar Madura menyebutkan, masing-masing Fasdes semestinya menerima BOP sekitar Rp400 ribu per bulan. Namun, hingga sekarang biaya tersebut belum masuk ke rekening para penerima.

Sumber nan mengetahui persoalan tersebut mengatakan, para Fasdes sebenarnya telah menandatangani arsip sebagai bagian dari proses pencairan. Namun, saat mengecek rekening, biaya nan masuk hanya berupa penghasilan pokok.

“Sudah tanda tangan pencairan. Tetapi setelah dicek di rekening, nan masuk hanya penghasilan pokok. Sementara untuk BOP belum diterima,” ujar sumber nan meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Selasa (18/8/2026).

Jika dihitung selama tiga bulan, tambahnya, BOP nan belum diterima mencapai sekitar Rp1,2 juta per Fasdes. Dengan jumlah 17 Fasdes, total biaya nan dipersoalkan diperkirakan mencapai sekitar Rp20,4 juta.

Sejatinya, tegasnya, persoalan ini tidak hanya terjadi pada periode 2026. Dia menyebut, BOP Fasdes pada tahun sebelumnya tetap belum dicairkan hingga saat ini.

Kondisi itu pun menimbulkan pertanyaan mengenai sistem pencairan sekaligus realisasi BOP bagi para Fasdes Program Upland di Sumenep.

Para Fasdes berambisi pihak mengenai segera memberikan kejelasan mengenai status biaya tersebut, termasuk argumen BOP belum masuk ke rekening penerima serta kepastian waktu pembayaran seluruh kewenangan operasional mereka.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana DKPP Sumenep Erfan Efendi belum memberikan respons ketika dikonfirmasi melalui nomor WA pribadinya. (ara/zul)

Prof AQ

Selengkapnya