Banyak Posisi OPD Dijabat Plt, PWI Pamekasan Bedah Tata Kelola Birokrasi

5 hari yang lalu 6

Pamekasan, (Media Madura) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan menggelar Focus Group Discussion (FGD), Kamis (16/7/2026). Tujuannya, untuk membedah rumor krusial mengenai banyaknya posisi kedudukan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nan tetap diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Krisis Definitif di Tubuh OPD: Membedah Tata Kelola Birokrasi Pamekasan dan Peran Strategis Legislatif.”

Diskusi publik ini diinisiasi sebagai ruang pengawasan nan objektif serta konstruktif demi mendorong perbaikan suasana tata kelola pemerintahan di Kabupaten Pamekasan.

Ketua PWI Pamekasan, Hairul Anam, menegaskan bahwa FGD ini merupakan bagian nyata dari kegunaan kontrol sosial pers dalam mengawal jalannya pemerintahan lokal.

“Kegiatan ini kami lakukan dengan tujuan gimana suasana nan bergerak di Pamekasan bisa terbangun. PWI tidak hanya berdiri sebagai wadah berkumpulnya wartawan, melainkan juga sebagai pilar kerakyatan nan mempunyai tanggung jawab moral untuk mengawal jalannya pembangunan daerah,” ujar Anam.

Asesor UKW Dewan Pers sekaligus Direktur Kabar Madura tersebut memaparkan bahwa kekosongan pejabat definitif di lingkungan Pemkab Pamekasan memang menjadi sorotan hangat.

Meski posisi Plt merupakan solusi transisi nan sah, kepemimpinan nan definitif dinilai absolut diperlukan lantaran mempunyai legitimasi penuh untuk melahirkan kebijakan strategis nan berakibat panjang bagi kesejahteraan masyarakat.

Kendati demikian, dia menggarisbawahi bahwa forum ini tidak dirancang untuk saling menyalahkan.

“FGD ini kami hadirkan bukan untuk mencari siapa nan salah dan siapa nan benar. Ini adalah ruang kolaboratif nan sehat untuk mendengar beragam perspektif pandang,” tambah Dosen UNIBA Madura itu.

Hadirkan Tokoh Kunci dan Berbagai Elemen Masyarakat

Guna mengupas tuntas rumor ini dari beragam perspektif pandang, PWI Pamekasan menghadirkan jejeran pembicara kompeten, ialah Bupati Pamekasan, Kholilurrahman; Plt. Kepala BKPSDM Pamekasan, Saudi Rahman; Ketua DPRD Pamekasan, Ali Masykur; serta Akademisi, Dr. Moh. Subhan.

Dipandu oleh Wakil Ketua PWI Pamekasan sekaligus Pemred Media Jatim, Ongky Arista UA, jalannya obrolan berjalan dinamis.

Forum ini mempertemukan kacamata pelaksana mengenai tantangan birokrasi, perspektif pandang legislatif dalam perihal kegunaan pengawasan, hingga pisau kajian akademis nan ilmiah dan objektif.

FGD ini juga dihadiri oleh beragam komponen masyarakat, mulai dari pengurus dan personil PWI, insan pers, perwakilan NGO, akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, IPNU, IPPNU, DK PPMI Madura, Sekjen DK PPMI, Ketua HIPMI, hingga Ketua KNPI.

Melalui obrolan lintas sektor ini, PWI Pamekasan berambisi dapat melahirkan rekomendasi-rekomendasi konkret dan solutif nan bisa diadopsi oleh pemerintah daerah.

“Kita semua menginginkan satu tujuan nan sama: lahirnya reformasi birokrasi di Pamekasan nan sehat, transparan, akuntabel, dan berorientasi penuh pada pelayanan publik,” tutup Anam seraya mengapresiasi kehadiran para narasumber dan kerja keras panitia pelaksana. (*)

Selengkapnya