KABAR MADURA | Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Pamekasan kembali dikeluhkan masyarakat. Warga mengaku kudu menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite sehingga aktivitas sehari-hari ikut terganggu.
Salah seorang penduduk Pamekasan, Harto, mengaku kudu mengantre hingga tiga jam untuk membeli Pertalite. Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan kemacetan dan menyita waktu masyarakat nan hendak beraktivitas.
“Saya heran kenapa bisa terjadi lagi, padahal kemarin normal-normal saja. Saya mengantre beli Pertalite sampai tiga jam lantaran banyaknya orang nan mengantre panjang,” ungkapnya, Selasa (4/8/2026).
Menanggapi keluhan tersebut, Analis Kebijakan Muda Sumber Daya Alam pada Bagian Perekonomian Setda Pamekasan, Iska Fitrati, menjelaskan bahwa antrean panjang bukan disebabkan kelangkaan stok BBM, melainkan meningkatnya pembelian masyarakat akibat kepanikan (panic buying).
Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) nan dilakukan Pemkab Pamekasan di sejumlah SPBU, stok pertalite dipastikan tetap kondusif dan pengedaran dari Pertamina tetap melangkah normal sesuai jadwal.
“Kami pastikan untuk stok BBM berjenis pertalite normal dan aman, dan kami telah melakukan sidak ke setiap SPBU dan pengiriman BBM tersebut lancar-lancar saja,” ujarnya saat dikonfirmasi Kabar Madura.
Iska mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying lantaran pasokan BBM tetap mencukupi kebutuhan. Dengan demikian, antrean panjang di SPBU diharapkan segera berkurang dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal. (fit/waw)

16 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·