SUMENEP, koranmadura.com – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Indriani Yulia Mariska, meminta pemerintah memberikan pendampingan psikologis secara maksimal kepada para penyintas kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 nan terjadi di perairan Utara Kabupaten Sumenep pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Baca: Hari Ketiga, Pencarian Korban KMP Mutiara Sentosa 2 Terkendala Cuaca
Menurut personil Komisi E DPRD Jawa Timur itu, penyintas tidak hanya memerlukan perawatan medis dan support logistik. Namun, pemulihan kondisi mental juga kudu menjadi perhatian pemerintah.
“Pemerintah wajib memastikan mereka tidak berjuang sendirian menghadapi luka jiwa tersebut,” ujar Indri, sapaan berkawan Indriani Yulia Mariska, Selasa, 4 Agustus 2026.
Politisi asal Sumenep itu menegaskan pemerintah, mulai dari pusat hingga daerah, kudu datang memberikan jasa pendampingan psikologis kepada seluruh korban.
Menurutnya pengalaman menghadapi kebakaran kapal, berebut menyelamatkan diri, terapung di tengah laut, apalagi ada nan kehilangan personil keluarga, berpotensi memicu gangguan kesehatan mental, seperti Acute Stress Disorder (ASD), Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), gangguan kecemasan, hingga depresi andaikan tidak ditangani secara tepat.
Sebagai langkah konkret, pihaknya mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghadirkan jasa Psychological First Aid (PFA) di posko nan ada maupun rumah sakit rujukan, serta membentuk tim trauma healing terpadu.
Pemerintah juga perlu memastikan pendampingan psikologis diberikan secara berkala, tidak berakhir setelah masa tanggap darurat berakhir, terutama kepada anak-anak dan family korban, agar trauma mereka tidak berkembang menjadi gangguan berkepanjangan.
“Keberhasilan penanganan musibah bukan hanya diukur dari banyaknya korban nan sukses diselamatkan, tapi juga dari keahlian negara memulihkan semangat hidup mereka,” tegasnya. (FATHOL ALIF/DIK)

15 jam yang lalu
7








English (US) ·
Indonesian (ID) ·