KABAR MADURA | Program pinjaman modal upaya berbunga nol persen nan digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mendapat sambutan dari pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hingga awal Agustus 2026, sebanyak 75 pelaku UMKM tercatat mengusulkan pinjaman. Namun, setelah melalui serangkaian tahapan seleksi, hanya 30 UMKM nan dinyatakan memenuhi syarat dan telah menerima pencairan pinjaman.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan, Moh. Rasuli, menjelaskan, penyaluran pinjaman dilakukan secara selektif. Setiap pengajuan kudu melewati proses pengesahan administrasi, verifikasi, hingga survei lapangan sebelum dinyatakan layak menerima bantuan.
“Yang sudah terealisasi kurang lebih 30 UMKM. Kalau total nan mendaftar sekitar 75 UMKM. Setelah melalui validasi, verifikasi, dan survei, nan memenuhi syarat sebanyak 30 UMKM,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Rasuli menambahkan, sebanyak 45 pemohon belum dapat memperoleh akomodasi pinjaman lantaran tidak memenuhi persyaratan manajemen maupun hasil verifikasi di lapangan.
Menurutnya, sebagian pengajuan ditolak lantaran pemohon tetap mempunyai tanggungan pinjaman. Sementara sebagian lainnya tidak dapat dibuktikan mempunyai upaya nan aktif alias melangkah sehingga tidak memenuhi ketentuan program.
“Memang ada nan ditolak lantaran tetap mempunyai tanggungan. Ada juga nan usahanya tidak jelas, sehingga tidak memenuhi syarat,” katanya.
Lebih lanjut, Rasuli mengungkapkan, nominal pinjaman nan diberikan kepada UMKM nan lolos verifikasi bervariasi, mulai dari Rp5 juta, Rp10 juta, Rp15 juta, hingga maksimal Rp20 juta. Dana tersebut diperuntukkan sebagai tambahan modal guna mendukung pengembangan usaha.
“Program subsidi kembang nol persen ini memang ditujukan untuk membantu UMKM memperoleh tambahan modal melalui pinjaman tanpa dibebani bunga,” pungkasnya. (fik/zul)

17 jam yang lalu
5








English (US) ·
Indonesian (ID) ·