KABAR MADURA | Di Dusun Penanggun Barat, Desa Kramat, Pamekasan, aroma nan menyengat dari ikan tongkol setiap hari dari dapur rumah sederhana Halia dan Nahrawi, nan konsisten memproduksi petis ikan cakalang tradisional unik Madura nan melegenda.
Usaha nan sudah melangkah lebih dari 15 tahun tersebut bukan sekadar upaya biasa, melainkan warisan family nan dipertahankan secara turun temurun oleh mereka.
“Keturunan dari nenek buyut, nan mana bergilir berdagang petis semua, kakek dan nenek, juga orang tua saya semuanya jualan petis ini,” ungkapnya, Rabu (12/8/2026).
Halia mengungkapkan rahasia kelezatan petis buatannya nan terletak pada bahan utamanya nan alami, ialah air rebusan ikan tongkol segar nan diolah berbareng ramuan bumbu sederhana tradisional.
“Bahan bakunya petis cakalang ini? Ya air rebusannya Air sari ikan tongkol beserta minyak alaminya. Diberi gula, micin, garam, lampau terus diaduk hingga matang,” tambahnya.
Dalam proses pengadukan dilakukan secara manual dan sabar hingga adukan mengental sempurna dan menghasilkan rasa gurih alami tanpa bahan pengawet.
Keberhasilan upaya tersebut didukung oleh pembagian peran nan harmonis. Nahrawi konsentrasi pada penyiapan bahan baku dan proses perebusan, sedangkan Halia mengurus racikan bumbu, pengemasan, dan penjualan.
Dan kini, pemasaran petis mereka tidak hanya terbatas di pasar lokal alias ke pedagang toko, tetapi juga melayani pemesanan online hingga luar wilayah melalui para reseller.
Mereka memberikan nilai satuan nan berbentuk dalam bungkusan sebesar Rp7.500 perbungkus, sedangkan untuk penjualan grosir telah tersedia porsi kiloan untuk pedagang dan toko.
“Kalau satuan Rp 7.500 per bungkus. Nanti pedagang alias toko kulakan dari saya Rp 7.500 lampau dijual kembali Rp 8.000, jadi mereka juga dapat untung,” jelasnya.
Melalui ketekunan dan kejujuran rasa, UMKM petis family di Desa Kramat tersebut terus memperkuat sebagai penjaga tradisi kuliner di Madura. (fit/waw)

17 jam yang lalu
5








English (US) ·
Indonesian (ID) ·