Warga Pulau Sapudi Kesulitan Air Bersih, Baznas Sumenep Turut Kirim Bantuan

6 jam yang lalu 1

SUMENEP, koranmadura.com – Kemarau panjang membikin penduduk di Pulau Sapudi, Sumenep, Madura, Jawa Timur, kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Krisis air bersih tersebut terjadi di Kecamatan Gayam dan Nonggunong. Di Kecamatan Gayam, wilayah nan terdampak antara lain Dusun Bakoan, Desa Galis, Desa Nyamplong, serta Dusun Sumber Jati dan Slat Brata, Desa Prambanan.

Kekeringan juga dirasakan penduduk Desa Gendang Timur, meliputi Dusun Koattas, Ombaran, Jati, dan Pao Laseng.

Sementara di Kecamatan Nonggunong, salah satu wilayah nan mengalami kesulitan air bersih berada di Pulau Bulu Manuk, Desa Sonok.

Warga di wilayah terdampak tidak hanya memerlukan pasokan air bersih, tapi juga wadah untuk menampung dan mengangkut air dari sumber menuju permukiman.

Menyikapi kondisi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep bekerja-sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turut mengirimkan support air bersih sekaligus sarana pendukung berupa tandon dan puluhan jeriken.

Ketua Baznas Kabupaten Sumenep Ahmad Rahman mengatakan, pihaknya telah mengirimkan masing-masing 50 jeriken ke Kecamatan Gayam dan Nonggunong.

“Baznas sudah mengirimkan masing-masing 50 jeriken ke Kecamatan Nonggunong dan Gayam,” kata Ahmad Rahman, Jumat, 25 September 2026.

Menurut Rahman, selain tandon dan jeriken, support juga diberikan dalam corak support biaya akomodasi untuk mengangkut air bersih.

Bantuan tersebut diberikan lantaran sebagian wilayah terdampak memerlukan sarana transportasi laut untuk mendapatkan pasokan air, seperti dialami penduduk Pulau Bulu Manuk nan kudu menggunakan perahu untuk mengambil air bersih dari wilayah Kecamatan Gayam.

“Baznas juga sudah mengirimkan support biaya akomodasi pengangkutan air bersih bekerja sama dengan camat,” ujar Rahman lebih lanjut.

Sementara itu, pendistribusian air bersih ke sejumlah wilayah terdampak melibatkan beragam unsur, mulai dari BPBD, pemerintah kecamatan, Babinsa, relawan hingga masyarakat setempat.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyaluran air bersih kepada penduduk nan membutuhkan, terutama masyarakat di wilayah kepulauan nan menghadapi keterbatasan akses akibat jarak dan kondisi geografis.

“Harapannya, support ini bisa mengurangi beban penduduk nan mengalami krisis air bersih di dua kecamatan tersebut,” tambahnya. (FATHOL ALIF/DIK)

Selengkapnya