KM/FADILATUL KAMILAH|
BUAH KETEKUNAN: Ferry Firdausi, delegasi Kecamatan Batumarmar, meraih Juara 1 bagian Tafsir Al-Qur'an Bahasa Indonesia golongan putra pada MTQ XXXII Kabupaten Pamekasan setelah menjalani persiapan sekitar satu tahun.KABAR MADURA | Ferry Firdausi, delegasi Kecamatan Batumarmar, sukses meraih Juara 1 Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXII Kabupaten Pamekasan bagian Tafsir Al-Qur’an Bahasa Indonesia golongan putra.
Ferry mengungkapkan alasannya mengikuti MTQ bukan untuk mengejar gelar juara, melainkan niat untuk merawat dan berkhidmat kepada Al-Qur’an. Dia mengaku mulai terjun ke bagian tafsir atas pengarahan gurunya nan juga dosennya di bagian tahfidz.
Latar belakang pendidikannya sebagai lulusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) turut menjadi modal krusial dalam perlombaan ini.
Prestasi kali ini bukan nan pertama baginya. “Ini adalah nan kali keempat saya ikut di bagian tafsir ini,” ungkap Ferry.
Untuk persiapannya, dia memerlukan waktu sekitar satu tahun, dikarenakan MTQ tingkat Kabupaten Pamekasan ini merupakan agenda dua tahunan.
“Untuk persiapan lantaran MTQ ini event 2 tahunan, maka kurang lebih sudah ya 1 tahunan lah untuk mempersiapkan,” jelasnya.
Menurutnya, kunci utama keberhasilannya itu terletak pada kematangan persiapan, khususnya pada dua aspek nan dinilai dalam bagian tafsir ialah mahfuz 30 juz Al-Qur’an dan penguasaan materi tafsir. Dia menekankan pentingnya mahfuz nan betul-betul mutqin, serta pengalaman dari perlombaan-perlombaan sebelumnya.
Ferry mengaku pernah berada di titik terendah, terutama saat pertama kali mengikuti MTQ di tingkat provinsi dan hanya meraih ranking bawah. Namun dia kembali bangkit dikarenakan mengingat niat awalnya bahwa mengikuti lomba bukan sekadar mengejar juara, melainkan sebagai sarana murojaah dan menambah ilmu.
“Kalah menang itu sudah biasa,” ujarnya.
Harapan ke depannya, Ferry menargetkan agar hafalannya semakin mutqin dan wawasan keilmuan tafsirnya terus berkembang. Dia juga berambisi dapat bersambung ke tingkat provinsi, apalagi hingga tingkat nasional.
Sebagai pesan untuk peserta MTQ lainnya, dia menekankan pentingnya persiapan matang dari sisi mahfuz maupun tafsir, nan kudu dibarengi dengan kesiapan mental. Menurutnya, semakin sering tampil di beragam kesempatan bakal membangun rasa percaya diri sehingga peserta dapat tampil maksimal tanpa gugup alias demam panggung. (Fadilatul Kamilah/waw)

2 jam yang lalu
2









English (US) ·
Indonesian (ID) ·