Soal Balita Meninggal di Tlanakan, Direktur RSUD Smart: Tidak Pernah Dirujuk ke Sini

1 jam yang lalu 2

KABAR MADURA | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan memastikan tidak ada penolakan terhadap balita asal Kecamatan Tlanakan nan meninggal bumi lantaran keterbatasan biaya seperti nan diisukan.

Direktur RSUD Smart Pamekasan, dr. Syaiful Hidayat, mengatakan, balita tersebut tercatat tidak pernah dirujuk ke rumah sakit nan berlokasi di Jalan Raya Panglegur tersebut.

“Tidak ada penolakan, lantaran memang pasien ini tidak pernah dirujuk ke sini,” tegasnya, Jumat (25/9/2026).

Pria nan berkawan disapa dr. Yayak itu menjelaskan, dalam sistem rujukan, pasien tidak bisa langsung diberangkatkan ke rumah sakit tertentu tanpa adanya komunikasi terlebih dulu antara akomodasi kesehatan nan merujuk dan rumah sakit tujuan.

“Setiap proses rujukan itu dimulai dari faskes tingkat pertama ke faskes rujukan. Sekarang jika emergency bisa langsung ke jenis B,” jelasnya.

Menurutnya, sebelum pasien diberangkatkan, faskes nan merujuk perlu berkomunikasi terlebih dulu dengan rumah sakit tujuan melalui sistem rujukan online. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan rumah sakit penerima mempunyai kesiapan kamar, dokter, serta akomodasi medis nan sesuai dengan kebutuhan pasien.

Selain kesiapan fasilitas, kondisi pasien juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan rumah sakit tujuan. Dokter di faskes asal bakal melakukan penilaian terhadap kondisi pasien sebelum proses rujukan dilakukan.

Apabila rumah sakit nan dituju tidak mempunyai kapabilitas alias jasa nan dibutuhkan, faskes nan merujuk dapat berkoordinasi dengan rumah sakit lain nan sesuai dengan kondisi pasien.

“Yang perlu diedukasi ke masyarakat bahwa setiap proses rujukan itu tidak bisa asal berangkat. Jangan berpikir rujukan itu terus langsung berangkat, tidak seperti barang,” tegasnya.

Sebelumnya, balita berumur tiga tahun asal Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Mohammad Gazal Al Farizki, dinyatakan meninggal bumi pada Selasa malam (25/9/2026).

Sebelum meninggal, korban sempat menjalani perawatan di Puskesmas Bandaran. Setelah sempat dibawa pulang, kondisi korban kembali memburuk hingga akhirnya mendapat perawatan di RSUD Mohammad Noer Pamekasan.

Karena memerlukan penanganan lebih lanjut, korban kemudian direncanakan untuk dirujuk ke rumah sakit di Surabaya. Namun, sebelum proses rujukan itu terealisasi, korban dilaporkan meninggal dunia. (nur/zul)

Selengkapnya