Warga Keluhkan Harga Pangan di Pasar Kolpajung Masih Tinggi, Disperindag Turun Pantau

1 jam yang lalu 6

KABAR MADURA | Keluhan mengenai tingginya nilai kebutuhan pokok pasca peringatan Maulid Nabi dilontarkan oleh salah seorang penduduk asal Tlanakan, Pamekasan.

Sutinah mengeluhkan saat dia pergi berbelanja di Pasar Kolpajung, Pamekasan, Jumat (25/9/2026). Dia mengaku terkejut memandang nilai sejumlah bahan pangan nan nilainya tetap memperkuat tinggi meski seremoni Maulid Nabi dinilai sudah berlalu.

Sutinah menceritakan pengalamannya saat beriktikad membeli bahan baku untuk membikin bakso sebagai hidangan buka puasa. Namun, niat tersebut terpaksa dia batalkan lantaran keterbatasan duit bawaan akibat nilai peralatan di pasar nan belum kembali normal.

Dia menemukan pedagang nan menjual daging sapi dengan nilai mencapai Rp140.000 per kilogram, sedangkan nilai daging ayam ras dipatok seharga Rp45.000 per kilogram. Selain komoditas daging, nilai minyak goreng bungkusan premium ukuran 1 liter juga dikeluhkannya lantaran dijual dengan nilai sekitar Rp28.000.

“Tadi saya ke Pasar Kolpajung mau beli daging sapi harganya mencapai Rp140.000 dan ayam Rp45.000 buat bikin bakso buka puasa, tapi tidak jadi lantaran harganya tetap mahal dan duit saya kurang. Penjual berdasar tetap suasana Maulid Nabi, padahal menurut saya perayaannya sudah selesai dan harusnya nilai sudah normal,” ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Iska fitrati, melalui Analis Ahli Pertama, Riva Silviani, memberikan penjelasan mengenai kondisi nilai komoditas di wilayah Pamekasan.

Silvi menegaskan bahwa momen puncak seremoni Maulid Nabi sebenarnya telah lewat, sehingga nilai sebagian besar bahan pokok di tingkat pasokan sudah kembali stabil.

“Maulid Nabi sudah lewat, nilai komoditas lain sebenarnya sudah normal dan tidak terlalu fluktuatif. Kecuali cabe rawit, harganya memang mahal lantaran aspek cuaca,” terangnya.

Dalam persoalan tersebut, Silvi mengatakan bahwa pihaknya bakal melakukan monitoring kepada setiap pedagang di Pasar Kolpajung Pamekasan.

“Kami bakal melakukan monitoring pemantauan kepada para pedagang agar tidak ada kesalahan seperti itu lagi, namun selain itu pengecekan nilai masyarakat juga bisa mengetahui info nilai dari HP masing masing nan sudah tersedia di siskaperbapo” tambahnya.

Silvi juga menjelaskan bahwa berasas info Siskaperbapo Jawa Timur rata rata nilai daging sapi paha belakang tercatat sebesar Rp132.488 per kg, daging ayam ras sebesar Rp39.106 per kg, dan minyak goreng bungkusan premium sebesar Rp22.127 per liter.

“Adapun cabe rawit merah memang mengalami kenaikan hingga menyentuh rata rata Rp64.048 per kg akibat hambatan cuaca. Kami pihak Disperindag terus berupaya melakukan pemantauan di pasar pasar tradisional untuk memastikannya kesiapan stok pangan tetap terjaga,” tutupnya. (fit/waw)

Selengkapnya