Tinjau Panen, Bupati Fauzi Dorong Daya Saing Tembakau Sumenep

1 jam yang lalu 2

KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus menunjukkan keberpihakannya kepada petani tembakau dengan memastikan kualitas hasil panen tetap terjaga sebagai upaya mendorong nilai jual nan lebih menguntungkan petani. Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, saat meninjau kualitas tembakau di Kecamatan Guluk-Guluk. 

Kunjungan itu menjadi bukti kesungguhan Bupati Achmad Fauzi dalam mengawal komoditas unggulan Sumenep agar mempunyai daya saing tinggi di pasaran. Menurutnya, kualitas tembakau merupakan kunci utama agar petani memperoleh nilai nan layak dan tetap dipercaya oleh para pembeli.

Di sela peninjauan, Bupati Fauzi berbincang dengan para petani sekaligus memandang langsung kondisi hasil panen di lapangan. Ia mendorong petani untuk terus menjaga mutu tembakau nan selama ini telah menjadi kebanggaan Sumenep. 

“Tembakau Guluk-Guluk mempunyai kualitas nan sudah dikenal baik. Karena itu, saya membujuk seluruh petani untuk terus menjaga apalagi meningkatkan mutunya. Semakin baik kualitasnya, semakin tinggi pula nilai jual nan diterima petani,” ujar Bupati Fauzi. 

Menurutnya, menjaga kualitas bukan hanya menjadi tanggung jawab petani, tetapi juga bagian dari komitmen pemerintah wilayah dalam memastikan komoditas tembakau Sumenep tetap mempunyai nilai ekonomi tinggi. Dengan kualitas nan konsisten, posisi tawar petani bakal semakin kuat sehingga nilai nan diterima dapat lebih berpihak kepada mereka. 

Madura FM

Bupati Fauzi juga menegaskan bahwa keberhasilan sektor pertembakauan memerlukan kerjasama nan erat antara petani, pelaku usaha, dan pemerintah. Sinergi tersebut diyakini bisa menciptakan tata niaga nan sehat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. 

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi nan kuat antara petani, pengusaha, dan pemerintah agar tembakau Sumenep semakin berkekuatan saing dan bisa memberikan faedah ekonomi nan lebih besar bagi masyarakat, khususnya petani di Kecamatan Guluk-Guluk,” tegasnya. (ara/waw)

Selengkapnya