SUMENEP, koranmadura.com – Tiga desa di Kabupaten Sumenep mulai memerlukan support dropping air bersih akibat kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pun telah menyalurkan support ke wilayah terdampak.
Ketiga desa tersebut ialah Desa Prancak dan Desa Montorna di Kecamatan Pasongsongan, serta Desa Kombang di Kecamatan Talango.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Sumenep Ach. Laili Maulidy mengatakan, kondisi paling parah terjadi di Desa Prancak dan Desa Montorna. Di dua desa itu sudah sumber mata air sudah kering sehingga penduduk sepenuhnya berjuntai pada support air bersih.
Sementara di Desa Kombang, sumber mata air tetap tersedia, namun debitnya sangat terbatas sehingga juga memerlukan suplai air bersih dari BPBD.
“Berdasarkan laporan kepada kami, sejauh ini ada tiga desa. Di Kecamatan Pasongsongan ada Desa Prancak dan Desa Montorna, sedangkan di Kecamatan Talango ada Desa Kombang,” kata Laili, Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurutnya, BPBD Sumenep telah dua kali melakukan dropping air bersih ke dua desa di Kecamatan Pasongsongan. Dalam setiap pengiriman, BPBD mengerahkan empat truk tangki dengan kapabilitas masing-masing 6.000 liter.
Adapun untuk Desa Kombang di Kecamatan Talango, pengedaran baru dilakukan satu kali menggunakan satu truk tangki berkapasitas 6.000 liter.
“Distribusi air bersih disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah,” ujar Laili lebih lanjut.
BPBD Sumenep terus memantau perkembangan kekeringan di sejumlah wilayah lantaran musim tandus diperkirakan tetap bakal terus berlangsung.
Pemerintah wilayah meminta pemerintah desa segera melaporkan andaikan mulai mengalami krisis air bersih agar support dapat segera disalurkan.
“Kami terus memantau. Perangkat desa diharapkan segera melapor jika ada kekeringan,” tambahnya. (FATHOL ALIF/DIK)

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·