BANGKALAN, koranmadura.com – Tiga kasus pembegalan dalam kurun waktu kurang dari dua pekan memicu keresahan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Polres Bangkalan didesak segera bertindak untuk menjamin keamanan mahasiswa, khususnya di sekitar kampus.
Anggota PTKP Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Teknik UTM, Gufron, mengecam jika rentetan kasus tersebut tidak ditangani secara serius. Dia meminta polisi mengusut tuntas kejadian tersebut dan meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan.
“Tiga kasus pembegalan dalam waktu kurang dari dua minggu bukan persoalan sepele. Kami mendesak Polres Bangkalan segera mengungkap pelaku dan memastikan keamanan mahasiswa,” tegas Gufron, Selasa, 27 Oktober 2026.
Menurut dia, imbauan agar mahasiswa berhati-hati tidak cukup untuk mengatasi persoalan tersebut. Kepolisian perlu meningkatkan patroli, memetakan letak rawan, serta menyampaikan perkembangan penanganan kasus secara jelas.
Gufron juga meminta pihak UTM memperkuat sistem keamanan kampus. Penambahan penerangan jalan dan penyediaan saluran pengaduan nan responsif dinilai krusial untuk mencegah tindak kriminal.
“Kampus semestinya menjadi ruang kondusif untuk belajar dan berorganisasi, bukan tempat nan membikin mahasiswa merasa terancam. Jangan sampai semua pihak saling menunggu hingga muncul korban berikutnya,” ujarnya.
Rentetan dugaan pembegalan tersebut menjadi peringatan bagi kepolisian dan pengelola kampus untuk memperkuat upaya pencegahan. Keamanan di lingkungan kampus dan akses jalan di sekitarnya kudu mendapat perhatian serius.
“Mahasiswa memerlukan tindakan nyata, bukan sekadar agunan keamanan. Kami berambisi penanganan kasus dan langkah pencegahan segera dilakukan agar mahasiswa bisa beraktivitas tanpa dibayangi ancaman kriminalitas,” pungkas Gufron. (MAHMUD/DIK)

2 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·