Surat Cinta Untuk Pemimpin Pamekasan: Jangan Biarkan Keringat Rakyat Habis di Meja Birokrasi

2 jam yang lalu 2

Pengurus DPD Gelora Pamekasan dalam suatu aktivitas beberapa waktu lalu. (DOK. KLIKMADURA)

Dari: DPD Partai Gelora Pamekasan

Kepada Yth:

  1. Bupati Pamekasan (Selaku Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Daerah)
  2. Pimpinan dan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pamekasan
  3. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Pamekasan

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, 

Salam Sejahtera bagi kita semua,

Bapak Bupati, Sahabat di Banggar, dan Rekan-rekan di TAPD nan kami muliakan,

Surat ini kami tulis dengan rasa cinta nan mendalam kepada Pamekasan. Sebagai kawan berpikir dan partner perjuangan, kami mau membujuk Bapak dan Ibu menatap lebih dalam arsip KUA-PPAS 2027. Di dalamnya, tertulis narasi bagus tentang “Percepatan Pembangunan Ekonomi” melalui 6 Fokus Utama.

Namun, ketika narasi itu kami sandingkan dengan angka-angka anggarannya, kami menemukan sebuah ironi: cinta pemerintah kepada rakyatnya dalam arsip ini terasa begitu “bertepuk sebelah tangan”.

1. Kesenjangan Konseptual: Retorika vs Realita Anggaran

Secara konseptual, 6 konsentrasi pembangunan (UMKM, Hilirisasi, Pangan, Investasi) sudah sangat tepat. Namun secara fiskal, prioritas tersebut tetap terasa sebagai “hiasan” administratif ketika dibandingkan dengan dukungan anggaran nan menyertainya. Mari kita lihat komparasi rasionya secara jujur:

2. Menguji Substansi: Target Abstrak vs Harapan Rakyat

Kami sangat menyayangkan bahwa target-target nan dipasang dalam konsentrasi pembangunan ini tetap bersifat abstrak dan administratif, jauh dari cita-cita penguatan ekonomi riil nan dibutuhkan rakyat.

Bapak Bupati dan Seluruh Pengambil Kebijakan

Hilirisasi tanpa industri bentuk adalah ketidakejujuran publik. Rakyat tidak butuh workshop di hotel; rakyat butuh mesin pengolah agar nilai gabah dan ikan mereka tidak jatuh saat panen raya. Adalah sebuah Dosa Moral jika kita membiarkan biaya pembaharuan instansi dan perjalanan dinas lebih diprioritaskan daripada pembangunan pabrik pengolahan hasil tani dan nelayan.

Melalui Surat Cinta ini, Partai Gelora Pamekasan mendesak Bapak Bupati, Banggar, dan TAPD untuk:

  1. Pangkas Massal Biaya Penunjang: Lakukan efisiensi minimal 30% pada Program Penunjang (Administrasi) di seluruh dinas teknis melalui tangan dingin TAPD.
  2. Realisasikan Hilirisasi Riil: Alihkan hasil pemangkasan tersebut untuk membangun Pabrik Pengolahan Pasca Panen dan Unit Cold Storage sebagai warisan nyata kepemimpinan Bapak Bupati.
  3. Redefinisi Indikator Kinerja: Tolak dan revisi PPAS jika parameter kinerjanya tetap berkarakter administratif. Desak target nan berbasis pada unit bentuk dan pertumbuhan ekonomi riil.

Bapak dan Ibu sekalian,

Jangan biarkan APBD kita hanya menjadi instrumen kenyamanan birokrasi. Mari kita buktikan bahwa 6 konsentrasi utama ini bukan sekadar jargon, melainkan janji nan diterjemahkan ke dalam angka-angka nan benar-benar berpihak kepada rakyat.

Pamekasan tidak meminta janji nan lebih indah. Pamekasan menunggu keberanian Bapak dan Ibu untuk membikin anggaran betul-betul berpihak kepada mereka.

Pamekasan, 01 Agustus 2026

Hormat Kami,

DPD Partai Gelora Pamekasan

Selengkapnya