Sumenep Percepat Transformasi Pertanian Modern, Bupati Fauzi Dorong Pemanfaatan Teknologi

58 menit yang lalu 1

KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus mempercepat transformasi sektor pertanian melalui penerapan sistem tanam modern dan pemanfaatan teknologi. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.

Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan, penguatan ketahanan pangan tidak lagi dapat mengandalkan pola pertanian konvensional. Menurutnya, sektor pertanian saat ini menghadapi beragam tantangan, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan lahan produktif, hingga dinamika kebutuhan pasar nan terus berkembang.

“Sudah saatnya kita beralih bentuk ke sistem tanam modern guna meningkatkan kualitas dan jumlah hasil panen. Pola tanam lama tidak lagi cukup jika tidak dibarengi dengan pemanfaatan teknologi,” jelasnya saat meninjau Kebun Hidroponik IRA Farm di Desa Ketawang Laok, Kecamatan Ganding, didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, Selasa (21/7/2026).

Kunjungan itu menjadi corak support nyata pemerintah wilayah terhadap pengembangan pertanian berbasis teknologi. Menurut Bupati Fauzi, budidaya hidroponik membuktikan bahwa keterbatasan lahan tidak menjadi halangan untuk menghasilkan produk hortikultura berbobot dengan nilai ekonomi nan tinggi.

“Ketahanan pangan kudu dimulai dari langkah nyata. Keberadaan kebun modern ini menunjukkan bahwa keterbatasan lahan bukan lagi penghalang. Pertanian modern bisa menghasilkan produk unggulan sekaligus membuka kesempatan ekonomi baru, khususnya bagi generasi muda nan mau terjun ke upaya agribisnis berbasis teknologi,” paparnya.

Madura FM

Dia menegaskan, Pemkab Sumenep berkomitmen mengubah paradigma pembangunan pertanian, dari sekadar mengejar jumlah hasil panen menuju sistem produksi nan lebih efisien, berkelanjutan, dan mempunyai daya saing.

Sebagai corak dukungan, pemerintah wilayah bakal memfasilitasi petani dan golongan tani melalui pendampingan teknis pemanfaatan teknologi pertanian modern, training budidaya nan efisien, serta memperkuat kerjasama antara pemerintah, pelaku usaha, dan generasi muda.

Sementara itu, Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menyatakan penerapan teknologi pertanian modern menjadi strategi krusial dalam menjaga kemandirian pangan wilayah di tengah semakin terbatasnya lahan produktif.

“Hidroponik dan teknologi pertanian modern lainnya bisa menghasilkan panen nan lebih optimal dan berkepanjangan jika dikelola dengan baik. Kami berambisi model upaya seperti IRA Farm ini dapat direplikasi di beragam wilayah lain di Kabupaten Sumenep,” ujarnya.

Pemkab Sumenep optimistis sinergi antara kebijakan pemerintah, pemanfaatan teknologi, dan partisipasi masyarakat bakal bisa mewujudkan sektor pertanian nan mandiri, maju, dan berkekuatan saing, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (km97/ong)

Selengkapnya