Soal Dugaan Pungutan, HMD-GEMAS Bangkalan Sebut Kegiatan Berbasis Toleransi

1 jam yang lalu 2

KABAR MADURA | Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD-GEMAS) Bangkalan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pendopo Pratanu, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum untuk memperkuat sinergi dan kerjasama antara mitra dapur MBG dengan Satuan Tugas (Satgas) MBG Bangkalan. Namun, sebelum penyelenggaraan kegiatan, sempat muncul pertanyaan dari sejumlah pihak mengenai dugaan adanya pungutan dalam aktivitas tersebut.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) HMD-GEMAS Bangkalan, H. Subaidi, menjelaskan, FGD itu pada dasarnya digelar sebagai forum berbareng untuk mengevaluasi sekaligus memperbaiki penyelenggaraan program MBG di Bangkalan.

Menurut Subaidi, pertimbangan diperlukan agar para pengelola dapur dapat meningkatkan kualitas makanan, memperbaiki penerapan standar operasional prosedur (SOP), serta mencegah munculnya persoalan dalam penyelenggaraan MBG ke depan.

“Dengan adanya HMD ini, kami bakal mengevaluasi agar teman-teman nan punya dapur diperbaiki dan tidak ada masalah ke belakangnya,” ujarnya, Rabu (23/9/2026).

Dia menjelaskan, aktivitas tersebut juga menghadirkan pihak mengenai untuk memberikan pemahaman kepada para pengelola mengenai standar pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) nan benar.

“Makanya dari itu, kami hadirkan KPPG dari Surabaya untuk memperjelas gimana SPPG nan benar,” tuturnya.

Subaidi menyebut, terdapat sekitar 131 mitra nan terdata dalam penyelenggaraan MBG di Bangkalan. Dalam aktivitas tersebut, seluruh kepala SPPG (KSPPG) datang semua.

“KSPPG kami sekarang ini datang 131. Kalau nan mitra ada nan nggak datang lantaran mungkin kebanyakan kesibukan di tempat lain,” ungkapnya.

Saat disinggung mengenai dugaan pungutan alias biaya dalam aktivitas tersebut, Subaidi menegaskan, pelaksanaannya dilakukan dengan semangat kebersamaan. Pada prinsipnya, kata Subaidi, Satgas MBG mau memberikan nan terbaik untuk penyelenggaraan program MBG di Bangkalan, tetapi terdapat keterbatasan biaya. Sebab itu, pihaknya berkoordinasi dengan para mitra.

Lebih lanjut, Subaidi menambahkan, para mitra kemudian diajak untuk bersama-sama membantu penyelenggaraan aktivitas sesuai dengan keahlian masing-masing.

“Ayo sumbangan. Ketika tidak ada uang, tidak apa-apa. Kita banyak,” ungkapnya.

Dia menegaskan, perihal tersebut merupakan corak toleransi dan kebersamaan antaranggota.

“Intinya itu toleransi,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Bangkalan Fauzan Ja’far mengapresiasi penyelenggaraan FGD tersebut. Forum tersebut krusial untuk membahas beragam persoalan nan dihadapi SPPG dalam penyelenggaraan MBG di lapangan.

“Kami tentunya ikut senang dan mendukung dengan adanya golongan mitra dapur ini. Atas nama pemerintah, kami juga mau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya FGD pada siang hari ini,” jelasnya.

Wabup Fauzan menyebut, beragam hambatan dalam penyelenggaraan MBG perlu didiskusikan berbareng agar dapat ditemukan solusi dan jalan keluar.

Dia juga berharap, penyelenggaraan program MBG di Bangkalan ke depan semakin baik dan tidak lagi muncul persoalan nan dapat merugikan penerima manfaat.

“Program MBG di Bangkalan sudah tidak boleh lagi misalnya ada penerima faedah nan keracunan, sudah tidak boleh lagi misalnya lama dan sebagainya,” tegasnya.

Wabup Fauzan juga menekankan pentingnya penerapan SOP di masing-masing SPPG. SOP tersebut, kata dia, kudu dipatuhi seluruh pihak nan terlibat, mulai dari kepala dapur, relawan hingga mitra dapur.

“SOP itu penting. Saya kira injakan terhadap SOP itu kudu dipatuhi betul,” ujarnya.

Selain penerapan SOP, kualitas dan kandungan gizi makanan juga menjadi perhatian. Mutu gizi kudu dijaga agar tujuan utama program MBG dapat tercapai.

“Mutu gizinya itu penting. Karena memang harapannya dengan MBG ini dampaknya berfaedah bagi penerima faedah agar pertumbuhannya baik,” tambahnya.

Asupan makanan nan baik juga diharapkan dapat mendukung perkembangan kepintaran penerima manfaat.

“Misalnya kecerdasannya meningkat lantaran asupan vitaminnya baik. Jadi itu kudu dijaga,” pungkasnya. (fik/zul)

Selengkapnya