Festival Literasi Sampang Dekatkan Pelajar dan Mahasiswa dengan Budaya Baca

1 jam yang lalu 2
KM/AMINATUS ZAHROH | JENDELA ILMU: Pelajar dan mahasiswa mengikuti rangkaian Festival Literasi Sampang 2026 di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Sampang.

KABAR MADURA | Pelajar hingga mahasiswa dari beragam lembaga pendidikan mengikuti Festival Literasi Kabupaten Sampang nan berjalan pada 21–23 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mendorong minat baca sekaligus memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda.

Festival nan digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sampang di Gedung Perpustakaan Daerah itu melibatkan sejumlah sekolah dan perguruan tinggi dengan menghadirkan stan pendidikan serta beragam aktivitas literasi.

Lembaga nan berperan-serta di antaranya Politeknik Negeri Madura (Poltera), SMKN 1 Sampang, SMP dan SMA Sabilillah, SMPN 1 Sampang, SMPN 2 Sampang, SDN Polagan 2, serta sejumlah sekolah lainnya.

Duta SMA Sabilillah, Nazila Syafara Izza, mengatakan keikutsertaan sekolah dalam pagelaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesukaan siswa terhadap aktivitas membaca.

“Tujuan stand ini datang agar murid-murid termotivasi untuk membaca dan menambah literasi. Saya lihat visitor sangat excited,” ujarnya, Rabu (23/9/2026).

Perguruan tinggi juga turut dilibatkan. Salah seorang mahasiswa Poltera, Syauki, mengatakan kampusnya mengirimkan sejumlah mahasiswa untuk mengikuti rangkaian aktivitas festival.

“Kampus mengutus mahasiswa pilihan untuk datang ke aktivitas pagelaran ini,” katanya.

Selain stan dari lembaga pendidikan, Festival Literasi Sampang menghadirkan aktivitas obrolan berbareng sejumlah narasumber. Salah satunya AF. Bassam Taqiy dari Yogyakarta, penulis kitab Logika Tuhan: Melihat Realita dengan Kacamata Pencipta.

Dalam kesempatan tersebut, Bassam menekankan pentingnya generasi muda mempunyai cita-cita sekaligus memahami tahapan nan kudu ditempuh untuk mewujudkannya.

“Orang nan bercita-cita tinggi pasti bisa meraihnya dengan syarat tahu caranya,” tuturnya.

Festival nan berjalan selama tiga hari tersebut diharapkan tidak berakhir sebagai aktivitas seremonial, tetapi dapat memperluas ruang hubungan pelajar dan mahasiswa dengan aktivitas literasi serta mendorong kebiasaan membaca dan belajar secara berkelanjutan. (Muhaimin/waw)

Iklan Madura United

Selengkapnya