Serapan Produk Lokal Minim, Pengamat UTM Minta KDKMP Tak Sekadar Pajangan BUMN

5 jam yang lalu 1

BANGKALAN, koranmadura.com – Pengamat ekonomi dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Achdiar Redy Setiawan menilai keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kudu difokuskan untuk memutar roda perekonomian akar rumput di tingkat desa, bukan sebatas menjadi perpanjangan tangan pengedaran peralatan korporasi besar.

Redy—sapaan berkawan Achdiar Redy Setiawan—menegaskan potensi besar KDKMP bakal sia-sia jika tidak bisa menjembatani hasil panen petani dan komoditas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dengan pasar konsumen desa.

“UMKM dan petani lokal kudu segera mempersiapkan diri agar siap masuk dalam rantai pasok KDKMP,” kata Pengamat Ekonomi UTM, Achdiar Redy Setiawan, Jumat, 2 Oktober 2026 hari ini.

Ketua Jurusan Akuntansi UTM ini menggarisbawahi pentingnya pembenahan mutu dan kontinuitas pasokan produk lokal. Sektor kemasan, aspek higienitas, sertifikasi kesehatan, hingga sertifikasi legal wajib dipenuhi pelaku upaya desa agar bisa bersaing.

Di samping itu, transparansi tata kelola nilai oleh pengurus KDKMP menjadi kunci keberlanjutan ekosistem upaya agar tidak mematikan produsen maupun memberatkan warga.

“Penentuan nilai kudu memperhitungkan Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Break Even Point (BEP) nan realistis,” jelas master ekonomi jebolan S3 Universiti Sains Malaysia tersebut.

Redy membeberkan, berasas info Simkopdes, nilai transaksi akumulatif KDKMP saat ini memang telah menembus nomor Rp59,6 miliar. Kendati demikian, nomor dahsyat tersebut tetap didominasi oleh komoditas buatan BUMN dan konglomerasi raksasa, seperti pupuk, minyak goreng, dan gas LPG.

Kondisi ketimpangan tersebut, sambung Redy, kudu segera diimbangi dengan izin penyerapan produk lokal nan mengikat. Pihak koperasi juga diwanti-wanti untuk bersinergi dan tidak menggusur keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta toko kelontong penduduk nan sudah ada.

“Penguatan rantai pasok lokal dengan prioritas komoditas lokal bakal menjaga sirkulasi duit tetap berputar di tingkat desa,” tegas Redy. (Mahmud/Fine)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0