Sampah Penuhi Bantaran Sungai Kloang, Pemkab Pamekasan Siapkan TPS Baru

53 menit yang lalu 1

KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menggelar aktivitas kerja hormat di area Jalan Cokroatmojo, Pasar Parteker, hingga bantaran Sungai Kloang, Pamekasan, Jumat (2/10/2026).

Kerja hormat tersebut melibatkan beragam unsur, mulai dari jejeran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pamekasan, ketua organisasi perangkat wilayah (OPD), aparatur kecamatan dan kelurahan, hingga pengurus RT/RW dan masyarakat setempat. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, Supriyanto, menjelaskan bahwa aktivitas tersebut dilangsungkan setiap hari Jumat, nan mana merupakan langkah konkret wilayah dalam menindaklanjuti program Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) nan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Kami memusatkan di area Pasar Parteker, hingga bantaran Sungai Kloang ini, ya dikarenakan area ini menjadi sasaran utama lantaran kondisi lingkungannya nan memprihatinkan akibat maraknya tumpukan sampah nan dibuang ke aliran sungai,” ungkapnya, Jumat (2/10/2026).

Dia juga mengungkapkan bahwa Pemkab Pamekasan telah menyiapkan jalan keluar dalam jangka panjang untuk menata kebersihan di area tersebut, nan mana salah satunya dengan memanfaatkan lahan kosong milik negara di sekitar pasar tersebut untuk dibangun tempat penampungan sampah (TPS) sementara.

“Rencananya bakal dibangun TPS sementara ukuran 4×6 meter nan dilengkapi kontainer. Kami himbau para pedagang dan masyarakat sekitar agar membuang sampah di tempat tersebut. Jika sudah penuh, petugas kami nan bakal mengangkut secara berkala. Harapannya, lingkungan pasar dan pemukiman bisa menjadi lebih bersih dan tertata,” tambahnya.

Supriyanto juga menjelaskan bahwa program Pamekasan Bersih tersebut telah melangkah secara konsisten sejak awal tahun. 

Beberapa letak strategis nan pernah menjadi titik kerja hormat ialah di perempatan Jalan Jokotole, Jalan Trunojoyo, Pasar 17 Agustus, hingga Terminal Barang.

“Lokasi kerja hormat bakal terus beranjak menyasar spot-spot lain di tingkat kota hingga kecamatan melalui koordinasi dengan para camat,” lanjutnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pamekasan, Taufikurrachman, mengingatkan akibat serius dari kebiasaan membuang sampah sembarangan ke aliran sungai. 

Selain mengganggu estetika dan sanitasi, Taufikurrachman mengatakan bahwa tumpukan sampah plastik nan tersumbat di aliran sungai berpotensi merusak ketahanan bentuk jembatan.

“Sampah nan menumpuk di sungai jika tertekan arus air nan deras bisa merusak struktur kaki-kaki jembatan. Karena itu, kesadaran masyarakat sangat penting. Kami sudah minta jejeran camat, lurah, hingga ketua RT untuk aktif memberikan edukasi kepada warga,” tegasnya.

Pemkab berambisi melalui penyediaan akomodasi TPS nan memadai serta edukasi nan intensif, budaya hidup bersih di tengah masyarakat Pamekasan dapat terus terbentuk. (fit/waw)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0