Resmi! Rincian Tarif Listrik PLN per kWh Terbaru dan Cara Hitung Token Biar Tak Tekor

1 jam yang lalu 2

portalmadura.com – PT PLN (Persero) menetapkan penyesuaian tarif tenaga listrik (tariff adjustment) per kilowatt hour (kWh) bagi pengguna nonsubsidi dan subsidi di seluruh Indonesia. Kebijakan ini bermaksud menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sembari mempertahankan keandalan pasokan listrik nasional.

Besaran tarif listrik per kWh dihitung berasas beberapa aspek utama, mulai dari nilai tukar mata uang, nilai minyak mentah Indonesia (ICP), hingga tingkat inflasi. Selain sistem pascabayar bulanan, masyarakat nan menggunakan meteran prabayar membeli daya listrik dalam corak paket token pulsa nan langsung terkonversi menjadi satuan kWh sesuai golongan daya masing-masing.

Daftar Tarif Listrik per kWh Pelanggan Rumah Tangga

PLN membagi tarif listrik rumah tangga ke dalam kategori subsidi dan nonsubsidi berasas kapabilitas daya terpasang:

  • R-1/TR (450 VA – Subsidi): Rp415 per kWh
  • R-1/TR (900 VA – Subsidi): Rp605 per kWh
  • R-1/TR (900 VA – Non-Subsidi): Rp1.352 per kWh
  • R-1/TR (1.300 VA): Rp1.444,70 per kWh
  • R-1/TR (2.200 VA): Rp1.444,70 per kWh
  • R-2/TR (3.500 VA – 5.500 VA): Rp1.699,53 per kWh
  • R-3/TR (6.600 VA ke atas): Rp1.699,53 per kWh

Tarif Listrik Bisnis, Industri, dan Layanan Publik

Untuk sektor komersial, manufaktur, dan penerangan akomodasi umum, rincian tarif per kWh ditetapkan sebagai berikut:

  • Bisnis B-2/TR (6.600 VA – 200 kVA): Rp1.444,70 per kWh
  • Bisnis B-3/TM (Di atas 200 kVA): Rp1.114,74 per kWh
  • Industri I-3/TM (Di atas 200 kVA): Rp1.114,74 per kWh
  • Industri I-4/TT (30.000 kVA ke atas): Rp996,74 per kWh
  • Pemerintah P-1/TR (6.600 VA – 200 kVA): Rp1.699,53 per kWh
  • Penerangan Jalan Umum P-3/TR: Rp1.699,53 per kWh

Skema Perhitungan Pembelian Token Listrik Prabayar

Saat membeli token listrik prabayar (seperti nominal Rp20.000, Rp50.000, Rp100.000, hingga Rp1.000.000), biaya nan dibayarkan tidak langsung dibagi murni dengan tarif per kWh. Terdapat pemotongan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sesuai izin wilayah masing-masing serta biaya manajemen perbankan.

Sebagai simulasi, pembelian token sebesar Rp100.000 pada daya 1.300 VA (dengan dugaan potongan PPJ 2,4% alias Rp2.400) menyisakan saldo bersih daya senilai Rp97.600. Angka tersebut kemudian dibagi tarif Rp1.444,70 per kWh, sehingga pengguna memperoleh sekitar 67,56 kWh.

Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa meteran secara berkala dan memantau pemakaian perangkat elektronik agar pengeluaran tagihan listrik tetap terkontrol dan efisien.

Navigasi pos

Selengkapnya