Akhiri Magang di Bawaslu, UNIBA Madura Tekankan Profesionalisme Mahasiswa

1 jam yang lalu 3

HUT RI ke-81

KABAR MADURA | Pengabdian dan pembelajaran mahasiswa Universitas Bahaudin Mudhary Madura (Uniba Madura) di lingkungan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumenep resmi mencapai penghujungnya.

Setelah menjalani program magang dan terlibat langsung dalam beragam aktivitas kelembagaan, para mahasiswa sekarang menuntaskan satu fase krusial dalam perjalanan akademik mereka, belajar dari kampus, memahami realitas kerja, hingga mengenal lebih dekat peran lembaga dalam menjaga demokrasi.

Sekretaris Bawaslu Sumenep, Eko Budiharto Utomo, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih nan mendalam kepada seluruh mahasiswa UNIBA Madura nan telah menjalani program magang di Bawaslu Sumenep.

Menurutnya, selama menjalani masa magang, mahasiswa telah menjadi bagian dari dinamika dan aktivitas di lingkungan Bawaslu Sumenep. Kehadiran mereka tidak hanya dimaknai sebagai mahasiswa nan datang untuk belajar, tetapi juga sebagai generasi muda nan sedang membangun pengalaman, karakter, dan pemahaman terhadap pentingnya tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan berdemokrasi.

“Kami menyampaikan terima kasih nan sebesar-besarnya kepada adik-adik mahasiswa UNIBA Madura atas pengabdian, kebersamaan, semangat, dan kontribusi nan telah diberikan selama menjalani program magang di Bawaslu Sumenep. Kami mengapresiasi proses nan telah dijalani, lantaran setiap pengalaman nan diperoleh di sini semoga dapat menjadi bekal berbobot dalam perjalanan mereka ke depan,” ujar Eko.

Eko berambisi seluruh pengalaman selama berada di Bawaslu Sumenep tidak berakhir berbarengan dengan berakhirnya masa magang. Berbagai pelajaran mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, komunikasi, hingga etika dalam menjalankan tugas diharapkan dapat terus melekat dan menjadi modal krusial bagi mahasiswa ketika memasuki bumi kerja.

Menurut Eko, bumi kampus memberikan fondasi keilmuan, sementara pengalaman di lapangan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami gimana ilmu, tanggung jawab, dan nilai-nilai profesionalisme diterapkan dalam situasi nyata.

“Kampus memberikan pengetahuan dan langkah berpikir, sedangkan pengalaman di bumi kerja mengajarkan gimana seseorang bersikap, mengambil tanggung jawab, bekerja sama, dan menyelesaikan tugas. Kami berambisi pengalaman selama di Bawaslu ini dapat menjadi bagian dari proses pendewasaan dan pembentukan karakter mahasiswa,” lanjutnya.

Mahasiswa juga diingatkan untuk tidak pernah berakhir belajar. Menurutnya, berakhirnya program magang bukan berfaedah berhujung pula proses untuk mencari pengetahuan dan pengalaman, melainkan menjadi awal untuk melangkah lebih jauh dengan membawa bekal nan telah diperoleh.

“Semoga setelah kembali ke kampus, mereka membawa bukan hanya cerita, tetapi juga pengalaman dan nilai-nilai positif. Teruslah belajar, jangan takut menerima kritik, lantaran dari pertimbangan seseorang dapat mengetahui apa nan kudu diperbaiki dan gimana menjadi lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Dosen Koordinator Magang UNIBA Madura, Moh. Sofwan Kastir Al-Aziz, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada jejeran Bawaslu Sumenep nan telah menerima, memberikan ruang pembelajaran, serta membimbing mahasiswa selama menjalani program magang.

Dia juga menyampaikan permohonan maaf nan sebesar-besarnya kepada seluruh jejeran dan sahabat-sahabat di Bawaslu Sumenep andaikan selama masa magang terdapat sikap maupun perilaku mahasiswa nan kurang berkenan.

Menurutnya, mahasiswa merupakan perseorangan nan sedang berada dalam proses belajar dan pembentukan karakter. Karena itu, pihak kampus menyadari bahwa selama beradaptasi di lingkungan kerja, tidak menutup kemungkinan terdapat kesalahan, kekurangan, maupun tindakan nan tanpa disengaja menimbulkan ketidaknyamanan.

“Kami selaku pengajar koordinator dan mewakili pihak kampus menyampaikan permohonan maaf nan sebesar-besarnya andaikan selama mahasiswa kami menjalani magang terdapat tingkah laku, perkataan, sikap, maupun tindakan nan kurang berkenan di hati sahabat-sahabat di Bawaslu Kabupaten Sumenep. Kami memahami bahwa mereka tetap dalam proses belajar, sehingga tentu tetap terdapat banyak kekurangan nan kudu terus dibenahi,” ujar Moh. Sofwan.

Sofwan menegaskan, segala corak masukan, kritik, maupun pertimbangan dari Bawaslu Sumenep merupakan bagian krusial dalam proses pendidikan mahasiswa. Bagi pihak kampus, pertimbangan dari lembaga tempat mahasiswa melaksanakan magang bukan sekadar formalitas penilaian, melainkan cermin nyata untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa bisa menerapkan ilmu, menjaga etika, serta menunjukkan tanggung jawab di lingkungan kerja.

“Kami sangat terbuka terhadap setiap masukan dan pertimbangan nan diberikan. Justru dari sana kami dapat mengetahui hal-hal apa saja nan perlu menjadi perhatian dan pembinaan bagi mahasiswa ke depan. Kritik dan pertimbangan bukan untuk menjatuhkan, melainkan menjadi bagian dari proses pembelajaran agar mereka dapat tumbuh menjadi pribadi nan lebih baik,” ungkapnya.

Moh. Sofwan juga menegaskan komitmen pihak kampus untuk menjunjung tinggi profesionalisme dan objektivitas dalam proses penilaian akhir magang mahasiswa. Dia memastikan bahwa penilaian dari Bawaslu Sumenep bakal dihormati sebagai hasil pertimbangan dari lembaga nan secara langsung memandang dan mendampingi mahasiswa selama menjalankan aktivitas magang.

“Kami bakal bersikap ahli terhadap apa pun hasil penilaian nan nantinya diberikan oleh Bawaslu Sumenep kepada mahasiswa kami. Penilaian tersebut bakal kami terima secara objektif dan bakal kami input sesuai dengan hasil pertimbangan dari instansi. Kami tidak mau mengintervensi alias mengubah hasil nan telah diberikan, lantaran Bawaslu adalah pihak nan mengetahui secara langsung gimana kedisiplinan, tanggung jawab, etika, serta keahlian mahasiswa kami selama menjalani magang,” tegasnya.

Menurutnya, komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga integritas dalam bumi pendidikan. Mahasiswa kudu memahami bahwa setiap proses mempunyai akibat dan setiap tanggung jawab bakal melahirkan penilaian.

Karena itu, nilai bukan sekadar nomor nan tercantum dalam arsip akademik, melainkan bagian dari rekam jejak proses nan telah dilalui mahasiswa selama menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Bagi mahasiswa, magang bukan sekadar tanggungjawab akademik untuk memenuhi tuntutan perkuliahan. Lebih dari itu, program tersebut menjadi ruang pembelajaran nyata untuk menghubungkan teori nan diperoleh di ruang kelas dengan praktik, kedisiplinan, tanggung jawab, etika, serta profesionalisme di lingkungan kerja. (ist/waw)

Selengkapnya