Puskesmas Tampojung Pregi Ingatkan Ancaman Hipertensi dan Diabetes, PHBS Harus Dimulai dari Rumah

1 jam yang lalu 2

Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Tampojung Pregi, Bagus Ali Fikri. (KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Puskesmas Tampojung Pregi, Kabupaten Pamekasan, mengingatkan masyarakat agar membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak lingkungan keluarga.

Langkah tersebut dinilai krusial untuk mencegah beragam penyakit tidak menular, seperti hipertensi dan diabetes, nan sekarang mulai menakut-nakuti golongan usia produktif hingga remaja.

Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Tampojung Pregi, Bagus Ali Fikri, mengatakan, PHBS bukan sekadar menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mencakup pola makan bergizi, aktivitas fisik, serta kebiasaan hidup sehat. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber podcast kesehatan di instansi Klik Madura, Jumat (30/10/2026).

Menurut Bagus, penerapan PHBS kudu dimulai dari tingkat rumah tangga melalui sejumlah parameter kesehatan. Di antaranya, persalinan di akomodasi pelayanan kesehatan, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, serta penimbangan berat badan balita secara rutin di Posyandu.

Selain itu, masyarakat perlu membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih, menggunakan jamban sehat, mengonsumsi buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik, memberantas sarang nyamuk melalui aktivitas 3M, serta menghindari kebiasaan merokok.

“Kesehatan sejati berkarakter holistik, mencakup keseimbangan fisik, mental, dan sosial. Faktor perilaku manusia juga menjadi komponen krusial dalam menentukan ketahanan tubuh terhadap pemasok penyakit dan kondisi lingkungan,” jelasnya.

Bagus juga menyoroti pentingnya pola makan bergizi seimbang untuk menjaga kesehatan tubuh. Menurutnya, konsep lama 4 Sehat 5 Sempurna telah diperbarui dengan pedoman Isi Piringku nan menekankan keseimbangan konsumsi makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan.

Ia menjelaskan, kecukupan protein, buah, dan sayuran perlu diperhatikan dalam menu harian. Sebaliknya, konsumsi gula, garam, serta makanan olahan alias instan secara berlebihan kudu dibatasi lantaran dapat meningkatkan akibat penyakit tidak menular, termasuk hipertensi dan gangguan metabolisme.

Tidak hanya pola makan, aktivitas bentuk dan kualitas tidur juga menjadi perhatian dalam penerapan PHBS. Bagus mengingatkan, pekerjaan rumah tangga seperti menyapu dan mengepel belum tentu dapat menggantikan aktivitas olahraga nan dilakukan secara terukur.

Karena itu, masyarakat dianjurkan melakukan aktivitas bentuk dengan intensitas sedang minimal 30 menit sehari agar kebugaran tubuh tetap terjaga. Kebiasaan tersebut perlu diimbangi dengan waktu rehat nan cukup.

“Kebiasaan begadang akibat penggunaan gadget pada malam hari dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh dan mengurangi waktu rehat ideal. Orang dewasa memerlukan waktu tidur sekitar tujuh jam alias lebih setiap malam,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bagus mengungkapkan, sejumlah penyakit nan banyak ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Tampojung Pregi di antaranya hipertensi, diabetes, dan katarak. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lantaran penyakit tidak menular juga berpotensi menyerang masyarakat pada usia produktif.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi salah satu langkah krusial untuk mendeteksi akibat penyakit sejak dini. Masyarakat diimbau memanfaatkan jasa skrining kesehatan nan tersedia di Posyandu maupun Puskesmas.

“Pentingnya melakukan skrining kesehatan secara rutin di Posyandu dan Puskesmas serta mengutamakan upaya promotif dan preventif. Pencegahan kudu menjadi prioritas, salah satunya dengan membiasakan pola makan bergizi, seperti mengonsumsi telur saat sarapan, dibandingkan menunggu sakit baru berobat,” pungkasnya. (enk/nda)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0