Polres Sampang Langsung Bekuk Menantu Tiri Pembacok Mertua Gara-gara Sound System

57 menit yang lalu 1

KABAR MADURA | Sampang – Suasana malam nan semestinya tenang di Dusun Tlagah, Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, mendadak berubah mencekam pada Minggu malam (20/9/2026).

Sebuah tragedi berdarah merenggut nyawa seorang mertua berinisial M (55) di tangan menantu tirinya sendiri, MD (26), hanya lantaran persoalan sepele: bunyi pengeras bunyi (sound system) nan terlalu keras.

Peristiwa tragis ini bermulai sekitar pukul 21.00 WIB. Di dalam rumah, MD merasa geram lantaran anaknya tak kunjung bisa tidur akibat bunyi sound system nan diputar korban berbareng kerabatnya di teras rumah berjarak sekitar empat meter.

Dipicu emosi nan memuncak, MD mendatangi korban untuk menegur agar volume bunyi dikecilkan.
Nahas, respons nan didapat justru menyulut kemarahan pelaku lebih dalam.

Tanpa pikir panjang, MD menyambar sebilah parang nan berada tak jauh dari letak dan melayatkan sabetan maut ke kepala bagian atas korban hingga roboh.

Tak cukup sampai di situ, dalam kondisi korban nan tak berdaya, pelaku kembali membabi buta mengayunkan senjata tajam tersebut ke bagian leher belakang dan lengan korban, menyebabkan korban meregang nyawa seketika di tempat kejadian perkara (TKP).

Mendapati laporan adanya tindak pidana pembunuhan sadis tersebut, jejeran Polres Sampang bergerak cepat. Tanpa buang waktu, Tim Satreskrim langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan olah TKP, mengumpulkan perangkat bukti, sekaligus memburu jejak pelarian terduga pelaku nan melarikan diri dari lokasi.

Ketegasan dan kesigapan abdi negara penegak norma membuahkan hasil manis dalam waktu singkat. Kurang dari 24 jam setelah kejadian, tepatnya pada Senin awal hari (21/9/2026) sekitar pukul 04.30 WIB, persembunyian MD akhirnya terendus.

Berkat koordinasi dan penyisiran ketat di sekitar wilayah desa, polisi mendapati pelaku tengah berlindung di dalam sebuah musala milik penduduk berjulukan Juhri di Dusun Burajah, Desa Mambulu Barat—sekitar tiga kilometer dari letak pembunuhan.

Sadar dirinya telah dikepung oleh aparat, MD tak lagi bisa berkutik dan akhirnya sukses diamankan tanpa perlawanan berarti.

Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto, memimpin langsung penanganan kasus ini dan memastikan bahwa terduga pelaku beserta peralatan bukti sekarang telah digelandang ke Mapolres Sampang guna menjalani proses investigasi lebih lanjut demi mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya.

Aksi sigap dan mobilitas kilat abdi negara Polres Sampang ini pun mendapat apresiasi dari penduduk sekitar, nan merasa lega lantaran pelaku pembunuhan sadis tersebut sukses diringkus sebelum sempat kabur lebih jauh. (sub)

Selengkapnya