Lahan Bekas Tembakau Tetap Bisa Produktif, Ini Tanaman yang Cocok

51 menit yang lalu 1

KABAR MADURA | Setelah tembakau selesai dipanen, lahan pertanian tidak kudu dibiarkan kosong begitu saja. Memasuki musim kemarau, petani tetap dapat memanfaatkan lahan dengan menanam komoditas lain nan relatif sesuai dengan kondisi tanah dan kesiapan air.

Namun, pemilihan tanaman setelah tembakau tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Kondisi tanah, kesiapan sumber air, waktu tanam, hingga cuaca perlu menjadi pertimbangan agar tanaman berikutnya tidak justru meningkatkan akibat kandas panen.

Pada musim tandus 2026, sejumlah wilayah mendorong petani untuk mengembangkan tanaman palawija. Palawija merupakan golongan tanaman pangan selain padi nan umumnya ditanam di lahan kering alias sebagai tanaman selingan setelah musim panen.

Pengembangan palawija dinilai dapat menjadi salah satu pilihan untuk lahan dengan kesiapan air terbatas. Jagung, kedelai, dan kacang hijau menjadi beberapa komoditas nan dapat dikembangkan selama musim kemarau.

Jagung dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengisi lahan setelah panen tembakau. Tanaman ini termasuk komoditas nan dikembangkan di sejumlah wilayah ketika memasuki musim kemarau.

Meski demikian, kebutuhan air tetap perlu diperhitungkan. Kondisi lahan dan kesiapan sumber air menjadi aspek krusial sebelum petani menentukan waktu tanam. Dengan perencanaan nan tepat, jagung dapat menjadi salah satu pengganti untuk menjaga lahan tetap produktif setelah musim tembakau berakhir.

Selain jagung, kacang hijau juga dapat menjadi pengganti bagi petani nan menghadapi keterbatasan air. Tanaman ini dikenal relatif irit air dan mempunyai masa tanam nan cukup singkat.

Karakter tersebut membikin kacang hijau dapat dipertimbangkan, terutama pada lahan nan kondisi airnya tidak memungkinkan untuk ditanami komoditas dengan kebutuhan air lebih tinggi. Petani tetap perlu memperhatikan waktu tanam agar pertumbuhan tanaman dapat berjalan dengan baik selama musim kemarau.

Kedelai juga menjadi pilihan lain nan dapat dimasukkan dalam pola tanam setelah tembakau. Dinas pertanian di sejumlah wilayah memasukkan kedelai sebagai salah satu tanaman nan dapat dikembangkan pada musim kemarau.

Namun, pemilihan varietas dan waktu tanam tetap perlu disesuaikan dengan kondisi lahan serta kesiapan air di masing-masing wilayah. Penyesuaian tersebut krusial agar tanaman dapat tumbuh optimal sekaligus menekan akibat kerugian akibat kondisi cuaca dan air nan tidak mendukung.

Sementara itu, kacang tanah menjadi pengganti lain nan dapat dilirik untuk mengisi lahan setelah panen tembakau. Tanaman ini termasuk salah satu komoditas nan dapat ditanam pada musim kemarau, khususnya pada lahan nan sesuai.

Sebelum menanam, petani tetap perlu mempertimbangkan kondisi tanah, kesiapan air, biaya produksi, serta kesempatan pemasaran hasil panen.

Pada akhirnya, memanfaatkan lahan setelah panen tembakau bukan sekadar memilih tanaman nan bisa memperkuat pada musim kemarau. Petani perlu menyesuaikan pilihan dengan kondisi lahan, kesiapan air, biaya produksi, waktu tanam, serta kebutuhan pasar.

Dengan pertimbangan tersebut, lahan nan telah selesai digunakan untuk tembakau tetap dapat dimanfaatkan secara produktif dan memberikan kesempatan hasil pada musim tanam berikutnya. (ina)

Selengkapnya