KABAR MADURA | Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Pamekasan tahun ini diproyeksikan bertambah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan tengah mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp1,7 miliar untuk memperluas cakupan masyarakat penerima manfaat.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, Herman Hidayat Santoso, mengatakan, tambahan anggaran itu diproyeksikan bisa menambah sekitar 2.500 penerima nan dikhususkan bagi petani tembakau. Dengan demikian, masing-masing penerima diperkirakan bakal memperoleh support sekitar Rp600 ribu.
Sebelumnya, pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar nan difokuskan untuk sekitar 8.000 pekerja pabrik rokok.
“Sekitar nambah 2.500 penerima. Ini unik petani tembakau,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Tambahan anggaran itu, kata Herman, diharapkan dapat memperluas jangkauan program BLT DBHCHT sehingga semakin banyak masyarakat nan memenuhi persyaratan dapat menerima bantuan. Selain itu, program itu juga diharapkan bisa meringankan beban ekonomi masyarakat, baik pekerja pabrik rokok maupun petani tembakau.
“Tambahannya itu masuk dalam APBD (anggaran pendapatan dan shopping daerah) perubahan,” tegasnya.
Diketahui, berasas info nan dihimpun, alokasi BLT DBHCHT tahun ini mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, anggaran support tersebut mencapai Rp15 miliar dengan sasaran sekitar 23 ribu penerima. Sementara pada tahun ini, anggarannya menyusut akibat kebijakan efisiensi. (nur/zul)

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·