PAD Fasilitas Olahraga Pamekasan Capai 58,96 Persen, SGMRP Jadi Penyumbang Terbesar

1 jam yang lalu 2

KABAR MADURA | Pendapatan original wilayah (PAD) dari pemanfaatan akomodasi olahraga di Pamekasan telah mencapai Rp289,515 juta alias sekitar 58,96 persen dari sasaran nan ditetapkan sebesar Rp491 juta.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan, Akmalul Firdaus mengatakan, PAD itu berasal dari empat akomodasi olahraga nan dikelola pemerintah. Keempatnya ialah Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Gedung Olahraga (GOR) Teja, GOR Nyalaran, dan Lapangan Tenis Arek Lancor.

Dari empat akomodasi tersebut, SGMRP Pamekasan menjadi penyumbang PAD terbesar. Hingga saat ini, realisasinya telah mencapai Rp250 juta dari sasaran Rp450 juta.

Sementara itu, GOR Teja ditargetkan menyumbang Rp17 juta dengan realisasi sementara Rp12 juta. Kemudian, GOR Nyalaran mempunyai sasaran Rp12 juta dan telah merealisasikan sekitar Rp6,775 juta.

Adapun Lapangan Tenis Arek Lancor ditargetkan menghasilkan Rp12 juta. Realisasinya justru telah mencapai Rp12,340 juta alias telah melampaui sasaran nan ditetapkan.

“Untuk retribusinya berbeda-beda, apakah itu digunakan turnamen alias latihan biasa. Seperti di stadion misalnya. Kompetisi sekelas Liga 1, itu Rp35 juta jika malam, sore Rp30 juta. Untuk Liga 4, 3-5 juta,” tegasnya, Rabu (2/9/2026).

Menurut Firdaus, besarnya kontribusi SGMRP Pamekasan terhadap PAD tidak lepas dari tingginya pemanfaatan stadion untuk pertandingan sepak bola. Salah satunya sebagai venue pertandingan Madura United dalam kejuaraan Super League.

Dengan adanya sejumlah agenda pertandingan tersebut, pihaknya optimistis sasaran PAD dari akomodasi olahraga nan dikelola pemerintah dapat tercapai.

“Sangat optimistis bisa capai target. Ada 17 laga kandang Madura United nan bakal dilakukan di sini, tinggal dikalikan Rp35 juta,” jelasnya.

Sementara dari sisi pemeliharaan, Firdaus menyebut, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp650 juta untuk empat akomodasi olahraga tersebut.

Anggaran itu digunakan sesuai kebutuhan masing-masing fasilitas, mulai dari pemeliharaan operasional, kelengkapan stadion, perawatan akomodasi pendukung, hingga kebutuhan lainnya.

“Rincian serapannya lupa berapa, tapi nan jelas sudah ada nan terpakai anggaran pemeliharaan itu. Penggunaannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Tapi untuk pengadaan bentuk beda lagi,” tegasnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Khairul Umam, menegaskan, pembangunan akomodasi olahraga di wilayah kudu mempunyai arah nan jelas dan menjadi bagian dari peta jalan olahraga di Kota Gerbang Salam.

Menurutnya, pemerintah wilayah perlu mempunyai blueprint nan mengatur pembangunan akomodasi olahraga, pembinaan atlet, hingga pengembangan beragam sarana olahraga lainnya.

Dengan perencanaan nan lebih terarah, keberadaan akomodasi olahraga diharapkan tidak hanya mendukung aktivitas olahraga dan pembinaan atlet, tetapi juga bisa memberikan kontribusi terhadap PAD.

“Lanskap pembangunan akomodasi olahraga kudu jelas, sehingga kita mempunyai blueprint mengenai pembinaan atlet, gedung akomodasi olahraga, dan pembangunan, terlebih itu bisa menarik PAD,” tegas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. (nur/zul)

Selengkapnya