Moh. Nizar Ali
Moh. Nizar Ali, Dari Pelosok Aengbaja Kenek Menuju Ketua HIMAMA UNIBA Madura
LIMADETIK.COM, SUMENEP — Perjalanan Moh. Nizar Ali menuju bangku Ketua Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMAMA) Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura menjadi gambaran bahwa kepemimpinan tidak lahir secara instan. Berangkat dari Desa Aengbaja Kenek, dia menempuh proses panjang melalui pendidikan, pengalaman kerja sejak usia sekolah, aktivitas organisasi, hingga prestasi akademik dan nonakademik.
Nizar Ali mengawali pendidikan menengahnya di MA At-Taufiqiyah dengan mengambil bidang IPS. Dari lingkungan pendidikan tersebut, ketertarikannya terhadap pengetahuan ekonomi mulai tumbuh. Ketertarikan itu kemudian menjadi salah satu argumen dirinya memilih Program Studi Manajemen di UNIBA Madura.
Jauh sebelum memasuki bumi perguruan tinggi, Nizar telah terbiasa dengan aktivitas kerja. Saat tetap duduk di kelas VI MI, dia mulai bekerja sebagai pekerja di pengepul cabe HS Cabe sekaligus menjadi pelayan di Bakso Favorit Cah Solo.
Pengalaman tersebut menjadi ruang belajar tersendiri bagi Nizar. Selain mengenal tanggung jawab dan kedisiplinan, aktivitas tersebut membuatnya terbiasa berkomunikasi dengan orang lain serta memahami gimana sebuah pekerjaan kudu dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Menariknya, pengalaman tersebut kemudian berkembang ketika Nizar memasuki kelas VII. Ia dipercaya menempati posisi sebagai manajer di pengepul HS Cabe.
Kepercayaan itu menjadi pengalaman awal nan turut menempa keahlian kepemimpinannya. Mengelola pekerjaan, mengambil keputusan, membangun kepercayaan, hingga bertanggung jawab terhadap tugas menjadi bagian dari proses nan dia jalani sejak usia relatif muda.
Memasuki bangku kuliah, Nizar tidak hanya konsentrasi pada aktivitas akademik. Ia juga aktif mengikuti beragam aktivitas mahasiswa sebagai bagian dari proses pengembangan kapabilitas diri.
Salah satu pencapaiannya adalah meraih Juara III dalam lomba debat tingkat UNIBA nan digelar di Fakultas Hukum. Dalam kejuaraan tersebut, Nizar mewakili Program Studi Manajemen.
Prestasi itu menunjukkan keahlian Nizar dalam menyampaikan argumentasi, berpikir kritis, sekaligus berkompetisi dengan mahasiswa dari lingkungan perguruan tinggi nan sama.
Berbagai pengalaman tersebut sekarang menjadi modal bagi Nizar dalam menjalankan amanah sebagai Ketua HIMAMA UNIBA Madura.
Kepemimpinan di organisasi mahasiswa, menurut semangat nan dibawanya, bukan sekadar persoalan jabatan. Lebih dari itu, kepemimpinan kudu bisa menjadi ruang untuk menyerap aspirasi mahasiswa, membangun komunikasi internal, menggerakkan anggota, sekaligus menghadirkan aktivitas nan memberi faedah bagi pengembangan mahasiswa Manajemen.
Perjalanan Nizar dari Desa Aengbaja Kenek hingga dipercaya memimpin HIMAMA UNIBA Madura juga memperlihatkan bahwa latar belakang bukan pemisah untuk berkembang.
Pengalaman bekerja sejak usia sekolah, pendidikan di MA At-Taufiqiyah, pilihan menekuni pengetahuan Manajemen, pengalaman berorganisasi, hingga prestasi debat menjadi rangkaian proses nan membentuk karakter dan kapasitasnya.
Kini, tantangan berikutnya berada di pundaknya. Sebagai Ketua HIMAMA, Nizar dituntut tidak hanya bisa berbincang mengenai perubahan, tetapi juga membuktikannya melalui program, kerja kolektif, dan keterlibatan aktif mahasiswa.
Dari pelosok Desa Aengbaja Kenek, Nizar Ali membawa satu pesan penting: kepemimpinan bukan bingkisan nan datang tiba-tiba, melainkan hasil dari proses panjang, keberanian mengambil tanggung jawab, dan kemauan untuk terus belajar.
Penulis : Ril
Editor : Wahyu
Follow WA Channel limadetik.com untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari Follow

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·