MBG Dongkrak Permintaan Bahan Dapur, Pedagang Untung Pembeli Mengeluh Harga Naik

1 jam yang lalu 3

HUT RI ke-81

F-Pasar
KM/IST
BAHAN DAPUR: Tampak Suasana Pasar Ki Lemah Duwur Saat Aktivitas Pasar Bergeliat.

KABAR MADURA | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut turut memengaruhi pergerakan nilai sejumlah bahan kebutuhan dapur. Di satu sisi, meningkatnya permintaan dari dapur MBG memberikan untung bagi pedagang.

Namun, di sisi lain, kondisi itu membikin masyarakat kudu menghadapi kenaikan nilai sejumlah bahan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Hal itu disampaikan Zaini, pedagang kebutuhan dapur di Pasar Ki Lemah Duwur, Bangkalan. Menurutnya, keberadaan dapur MBG membikin pembelian sejumlah bahan pangan di pasar mengalami peningkatan.

“Iya, jika dari dapur MBG banyak nan membeli di sini,” ujarnya, Rabu (26/8/2026).

Dia menegaskan, ketika dapur MBG mulai beroperasi, nilai sejumlah komoditas, seperti bawang, sayuran, telur, dan kebutuhan dapur lainnya, ikut mengalami kenaikan.

Kenaikan nilai itu, kata dia, berada di kisaran Rp2.000 hingga Rp4.000 per kilogram dibandingkan nilai sebelumnya.

“Biasanya jika dapur MBG beroperasional, nilai bahan dapur, misal bawang, sayur, telur dan lainnya naik dari nilai semula,” katanya.

Zaini mengakui, dari sisi pedagang, meningkatnya permintaan dari dapur MBG justru memberikan keuntungan. Namun, kondisi itu tidak dirasakan sama oleh masyarakat nan berbelanja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Kalau pedagang, ya alhamdulillah dapat untung juga dari beroperasinya dapur MBG. Tapi jika orang kecilnya, itu mengeluh lantaran nilai naik,” ungkapnya.

Ungkapan serupa disampaikan Amina, seorang penjual kopi dan jajanan. Dia mengaku merasakan langsung kenaikan nilai saat berbelanja beragam kebutuhan dapur.

Menurut Amina, nilai ayam saat ini sudah berada di atas Rp40 ribu, sedangkan nilai telur berada di kisaran Rp23.500.

Beban pengeluaran semakin terasa ketika dirinya kudu membeli ikan, sayuran, sekaligus ramuan dapur. Dia menyebut, duit Rp50 ribu nan sebelumnya cukup untuk membeli ikan dan sayuran, sekarang tidak lagi mencukupi.

“Sebelumnya saya bawa Rp50 ribu cukup, tapi sekarang tidak cukup buat beli ikan sama sayur, apalagi buat beli bumbunya. Itu dampaknya MBG,” ujarnya.

Kenaikan nilai ikan juga cukup terasa. Jika sebelumnya, kata Amina, ikan separuh kilogram tetap bisa diperoleh dengan nilai sekitar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu, sekarang nilai untuk jumlah nan sama bisa menembus lebih dari Rp25 ribu.

“Sekarang itu separuh kilo bisa lebih Rp25 ribu, itu pun bukan ikan nan enak,” keluhnya.

Amina menuturkan, memandang adanya perubahan nilai ketika dapur MBG sedang tidak beroperasi. Dia menyebut, nilai beberapa komoditas, seperti sayur dan telur, sempat turun cukup drastis saat dapur MBG libur.

“Kemarin saat libur banyak nan turun drastis, kayak sayur, telur. Tapi minyak nan tidak turun-turun,” pungkasnya. (fik/zul)

Selengkapnya