Jalan Rusak Hampir 20 Tahun, Warga Larangan Tokol Patungan untuk Perbaikan

1 jam yang lalu 1

HUT RI ke-81

KABAR MADURA | Hampir 20 tahun tak kunjung mendapatkan perbaikan memadai, kondisi jalan rusak di Desa Larangan Tokol, Pamekasan, mendorong masyarakat mengambil langkah swadaya. Warga bergotong royong mengumpulkan sumbangan untuk membeli tanah uruk dan memperbaiki jalan tersebut.

Salah seorang penduduk nan enggan disebutkan namanya mengatakan, kerusakan jalan paling dirasakan ketika musim hujan. Kondisi jalan nan berlumpur dan becek membikin kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melintas.

Akibatnya, sebagian masyarakat terpaksa memilih jalur pengganti dengan jarak tempuh lebih jauh untuk menghindari ruas jalan tersebut.

“Kalau musim hujan, motor alias mobil nan lewat di situ bakal sangat susah untuk keluar lantaran memang sangat rusak dan bisa becek. Jadi, mereka kudu menggunakan jalan nan cukup jauh demi aman,” ungkapnya, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, kerusakan jalan tersebut telah berjalan nyaris 20 tahun. Lantaran perbaikan nan diharapkan belum terealisasi, masyarakat akhirnya berinisiatif memperbaikinya secara swadaya.

Warga mengumpulkan sumbangan sesuai keahlian masing-masing. Sebagian memberikan duit untuk membeli material, sedangkan penduduk lainnya menyumbangkan tanah uruk secara langsung.

“Ada nan menyumbang duit kemudian dibelikan, dan ada nan langsung menyumbang tanah uruk. Kami bekerja sama untuk kenyamanan bersama,” tambahnya.

Menanggapi kondisi tersebut, perangkat Desa Larangan Tokol, Nali, mengakui bahwa perbaikan jalan memerlukan proses dan penyesuaian dengan keahlian anggaran desa. Menurutnya, usulan pembangunan maupun perbaikan prasarana dibahas setiap tahun, tetapi pelaksanaannya kudu mempertimbangkan skala prioritas.

“Saya sangat senang lantaran masyarakat sangat kompak dalam perihal ini. Kami sudah berupaya semaksimal mungkin dalam perbaikan tersebut, namun biaya desa tidak memungkinkan. Jadi, mau tidak mau kudu menunggu giliran,” jelasnya.

Nali menegaskan, perbaikan nan saat ini dilakukan bukan menggunakan anggaran pemerintah desa. Material dan pengerjaan jalan berasal dari swadaya masyarakat Desa Larangan Tokol.

Kekompakan penduduk tersebut menjadi solusi sementara agar akses jalan lebih layak dilalui sembari menunggu perbaikan melalui anggaran pemerintah. (fit/waw)

Selengkapnya