Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman saat menyampaikan sambutan pada aktivitas sarasehan literasi nan digelar AJP di UIN Madura. (AJP FOR KLIKMADURA)
PAMEKASAN || KLIKMADURA – Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) mulai menyusun peta jalan penguatan identitas Kabupaten Pamekasan melalui pendekatan akademik dan literasi.
Langkah awal itu ditandai dengan peluncuran sekaligus bedah kitab Pamekasan Mencari Identitas nan diharapkan menjadi injakan dalam merumuskan arah pembangunan daerah.
Bedah kitab tersebut dikemas dalam Sarasehan Literasi dan Kajian Buku, Senin (27/7), sebagai bagian dari rangkaian rapat kerja AJP sekaligus memeriahkan Hari Lahir ke-60 UIN Madura. Kegiatan itu dihadiri tokoh pemerintahan, akademisi, legislator, insan pers, mahasiswa, dan beragam komponen masyarakat.
Hadir dalam aktivitas tersebut Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman, Anggota Komisi VIII DPR RI Ansari sebagai keynote speaker, Rektor UIN Madura Saiful Hadi, serta Rektor UNIBA Madura Prof. Dr. H. Rachmad Hidayat.
Turut datang Ketua LPPM UTM Dr. Iskandar Dzulkarnaen, Sekjen DPP APSI Sulaisi Abdurrazaq, S.HI., M.IP., dan penulis kitab KH Ghozi Mujtaba. Sarasehan tersebut dipandu Pemred Klik Madura, Prengki Wirananda,. M.Si.
Ketua AJP M. Khairul Umam mengatakan, lahirnya kitab tersebut berangkat dari kegelisahan para wartawan nan selama ini memandang Pamekasan belum mempunyai identitas nan betul-betul kuat.
Beragam julukan nan melekat dinilai justru menunjukkan belum adanya satu identitas nan disepakati sebagai representasi daerah.
“Selama ini muncul banyak sebutan. Ada kota batik, kota pendidikan, Gerbang Salam, kota tembakau, hingga kota garam. Lalu, identitas Pamekasan nan paling tepat apa,” katanya.
Menurut laki-laki nan berkawan disapa Irul itu, pertanyaan mengenai identitas wilayah kerap muncul saat wartawan menjalankan tugas peliputan. Karena itu, AJP berinisiatif menyusun kitab tersebut sebagai bahan kajian sekaligus referensi untuk mempertegas jati diri Kabupaten Pamekasan.
Ia berambisi kitab Pamekasan Mencari Identitas bisa melahirkan pendapat baru nan dapat dijadikan dasar dalam menyusun arah pembangunan daerah.
Irul juga menyampaikan apresiasi kepada UIN Madura nan mendukung penyelenggaraan sarasehan beserta seluruh narasumber dan peserta nan hadir.
AJP, lanjut Irul, telah menyiapkan agenda lanjutan untuk memperluas pembahasan mengenai identitas Madura. Dalam waktu dekat, organisasi tersebut bakal menggelar Silaturahmi Kebangsaan di Gedung Grahadi, Surabaya.
“Kami mau mempertemukan kepala daerah, legislator, dan pengusaha asal Madura. Tujuannya mempertegas identitas Madura secara bersama-sama,” ujarnya.
Rektor UIN Madura Dr. Saiful Hadi menyambut positif inisiatif AJP menerbitkan kitab tersebut. Menurutnya, sebuah karya ilmiah seperti kitab layak dijadikan bahan obrolan nan berkepanjangan lantaran dapat melahirkan pendapat strategis bagi pembangunan daerah.
Saiful menilai isi kitab itu berpotensi menjadi dasar penyusunan peta jalan pembangunan Pamekasan berbareng seluruh perguruan tinggi di Madura.
Ia juga menyebut Pamekasan mempunyai modal besar untuk dikembangkan sebagai kota pendidikan lantaran didukung banyak lembaga pendidikan umum maupun pesantren.
Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman turut memberikan apresiasi atas konsistensi AJP menghadirkan ruang-ruang obrolan ilmiah.
Menurutnya, insan pers mempunyai peran krusial dalam mengawal arah pembangunan sekaligus memperkuat identitas wilayah di tengah derasnya arus informasi.
“Saya berambisi AJP berbareng beragam organisasi dapat mewujudkan Pamekasan sebagai kabupaten pendidikan. Identitas itu kudu dibangun bersama,” tandasnya. (nda)

1 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·