BANGKALAN, koranmadura.com – Korban kejahatan seksual oknum pembimbing ngaji berinisial ZA (51) di Desa Soket Dejeh, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, diperkirakan mencapai puluhan anak. Hingga pelaku ditangkap, tercatat sudah ada enam santriwati nan memberanikan diri angkat bicara.
Kepala Desa Soket Dejeh, Syamsul Arifin menjelaskan bahwa jumlah korban tindakan bejat ZA nan dilancarkan di sebuah madrasah setempat diprediksi sangat banyak. Namun, kebanyakan korban sebelumnya memilih tutup mulut lantaran diteror rasa takut.
“Informasi nan saya dapat, korban lebih dari enam orang, tapi mereka tetap takut memberi pengakuan,” katanya, Kamis, 20 Agustus 2026 hari ini.
Syamsul mengungkapkan, di antara para korban diketahui ada nan sudah lulus dari madrasah tersebut. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa praktik pencabulan oleh oknum pengajar tersebut telah berjalan bertahun-tahun tanpa tersentuh hukum.
“Mayoritas korban takut melapor lantaran takut mendapat akibat dari sekolah,” ucapnya.
Selain bertindak sebagai tenaga pendidik, tersangka ZA diketahui sempat menjabat sebagai ketua di lembaga pendidikan keagamaan tersebut. Posisi dominan itu kian menekan mental para korban, apalagi saat hendak mengadukan nasibnya kepada orang tua masing-masing.
“Sekarang lantaran sudah ada nan melapor, semuanya berani bersuara, mereka berharap, pelaku mendapat balasan nan setimpal,” tutupnya. (Mahmud/Fine)

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·