Ketua PWI Serap Aspirasi Nakhoda Organisasi Wartawan Lokal atas Kepemimpinan Kapolres Pamekasan AKBP Wahyu Hidayat

1 jam yang lalu 3

HUT RI ke-81

KABAR MADURA | Kepemimpinan anyar AKBP Wahyu Hidayat sebagai Kapolres Pamekasan menyedot perhatian beragam organisasi wartawan di wilayah tersebut.

Sejumlah ketua wadah wartawan menyampaikan beragam catatan, harapan, hingga dorongan pertimbangan demi terwujudnya keterbukaan info dan kemitraan nan profesional.

Hal tersebut mencuat usai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan Hairul Anam, menyerap aspirasi dari para ketua wartawan di Kabupaten Pamekasan, Sabtu (15/8/2026).

Asesor UKW Dewan Pers dari Madura itu mengapresiasi masukan dan angan para ketua wartawan Pamekasan kepada Kapolres AKBP Wahyu Hidayat.

“Saya intens komunikasi dengan AKBP Wahyu Hidayat. Tapi, tidak pernah ketemu. Hanya sebatas komunikasi via chat WhatsApp,” ujar Dosen Ilmu Komunikasi UNIBA Madura itu.

Dalam serap aspirasi itu, Ketua Forum Wartawan Pamekasan (FWP), Ongky Arista UA menegaskan, wartawan dilatih untuk berkomunikasi langsung dengan sumber utama tanpa perantara. Sikap terbuka ketua kepolisian sangat membantu dalam penyampaian buletin nan jeli kepada masyarakat.

“Kami berambisi agar Kapolres baru menerapkan style komunikasi terbuka,” tegas Wakil Ketua PWI Pamekasan itu.

Penegasan senada disampaikan Ketua Jurnalis Center Pamekasan (JCP), Achmad Jadid. Ia menekankan pentingnya keterbukaan info publik agar sinergitas antara kepolisian dan wartawan dapat terbangun dengan harmonis.

“Hubungan nan terjalin baik antara kedua pihak bakal berakibat positif pada kondusivitas wilayah Pamekasan,” tegasnya.

Dari perspektif pandang tata kelola dan penegakan hukum, Ketua Jurnalis Muda Pamekasan (JMP), Luthfiyadi, mendorong adanya perubahan dan transparansi di tubuh Polres Pamekasan. Ia meminta Kapolres untuk mengutamakan pendekatan kemanusiaan, menuntaskan laporan-laporan masyarakat nan mandek, serta mengevaluasi jejeran dari tingkat bawah hingga atas demi meningkatkan profesionalisme.

Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), M. Khairul Umam, mengingatkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berfokus pada penindakan tindak pidana umum dan narkoba. Ia menekankan pentingnya perhatian Polres Pamekasan terhadap isu-isu lingkungan hidup, khususnya penanganan sampah medis nan krusial bagi kesehatan masyarakat.

Dosen STAIFA Pamekasan itu juga mengingatkan Kapolres agar menguatkan mental. Sebab, Pamekasan adalah kabupaten paling bergerak dibanding kabupaten lainnya di Madura.

Harapan bakal kemitraan nan setara disampaikan oleh Ketua Paguyuban Insan Jurnalis Pamekasan (PIJP), Sujak Lukman. Ia berambisi Polres Pamekasan tidak tebang pilih dalam memberikan pelayanan maupun info kepada wartawan, baik dari media besar maupun media kecil.

Sujak juga mendorong kerjasama ahli nan saling menguntungkan dengan tetap menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik bagi wartawan dan Kode Etik Polri bagi kepolisian.

“Melalui kerja sama ini, polisi terbantu dalam menyebarkan info publik, sementara wartawan memperoleh info nan jeli dan sigap demi mencerdaskan masyarakat serta menjaga kondusivitas daerah,” tukasnya. (*)

Selengkapnya