Kacabdindik Apresiasi Guru SMAN 1 Kalianget Tembus Prestasi AI Internasional, Buka Peluang Berkompetisi ke Negeri China

3 jam yang lalu 6

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai diapit Kacabdindik Jawa Timur Wilayah Sumenep, Dr. Rusliy (kiri) dan Mifta Febriansyah (kanan)

Kacabdindik Apresiasi Guru SMAN 1 Kalianget Tembus Prestasi AI Internasional, Buka Peluang Berkompetisi ke Negeri China

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Perkembangan kepintaran buatan alias Artificial Intelligence (AI) bukan sekadar tantangan bagi bumi pendidikan. Teknologi ini justru menjadi ruang baru bagi para pendidik untuk berinovasi dan membuktikan kemampuan. Hal itu ditunjukkan Mifta Febriansyah, S.Kom., pembimbing PPPK penuh SMA Negeri 1 Kalianget, Kabupaten Sumenep, nan sukses meraih Juara 3 dalam kejuaraan pengembangan ekosistem imajinatif berbasis AI.

Hal itu dia capai setelah mengikuti kejuaraan Peningkatan SDM Guru SMK Provinsi Jawa Timur dari Dinas Pendidikan Jawa Timur bekerjasama dengan BOKE Technology dan Bytendance bertema “Short drama AI” secara daring dengan peserta training 50 orang dari SMK di Jatim dari tanggal 15-26 November 2026. Sedang penyelenggaraan kejuaraan digelar pada tanggal 17 Oktober 2026.

Puncaknya, Mifta menerima penganugrahan dalam rangkaian aktivitas International Seminar: AI-Powered Creative Ecosystems, Industry Development Pathways & Global Prospects nan berjalan di Gedung Sabha Nugraha Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Jumat (30/10/2026).

Capaian Mifta menjadi kebanggaan tersendiri bagi bumi pendidikan Sumenep. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, pembimbing asal Desa Jenangger, Kecamatan Batang-Batang, itu bisa menunjukkan bahwa tenaga pendidik wilayah juga mempunyai kapabilitas untuk berkompetisi dalam bagian teknologi dan kreativitas.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Dr. Rusliy, M.Pd. Ia menilai prestasi Mifta menjadi bukti bahwa pembimbing di Sumenep mempunyai potensi besar untuk terus berkembang dan menorehkan pencapaian di luar lingkungan sekolah.

Menurut Rusliy, penguasaan teknologi digital, termasuk kepintaran buatan, menjadi kompetensi krusial nan kudu terus dikembangkan oleh tenaga pendidik.

“Guru tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga dituntut bisa mengikuti perubahan teknologi agar pendidikan tetap relevan dengan kebutuhan zaman” kata Dr. Rusliy kepada media, Sabtu (1/11/2026).

Ia berambisi keberhasilan Mifta dapat menginspirasi pembimbing lainnya untuk berani berinovasi, meningkatkan kapabilitas diri, dan mengambil kesempatan dalam beragam kompetisi.

Menariknya, prestasi Juara 3 tersebut juga membuka kesempatan bagi Mifta untuk mendapatkan kesempatan mengikuti kejuaraan di luar negeri. Peluang itu menjadi pintu untuk memperluas pengalaman, wawasan, sekaligus jejaring ahli di tingkat internasional.

“Ini adalah kesempatan dan kesempatan nan luar biasa, tentu saya berambisi ke depan bakal semakin banyak Guru di Sumenep seperti Mifta, lantaran semua punya kesempatan dan kesempatan nan sama untuk terus berinovasi dan berkembang, sehingga pendidikan betul-betul berakibat bagi kemajuan anak bangsa” ungkapnya.

Bukan Prestasi Pertama

Capaian di bagian AI tersebut rupanya bukan kali pertama ditorehkan Mifta. Sebelumnya, dia juga sukses meraih Juara II dalam kejuaraan Karya Drama Komik AI bertema “PAHLAWAN” melalui karya berjudul “Bayu 1771 – Api Terakhir Blambangan”.

Dua prestasi tersebut memperlihatkan konsistensinya dalam memanfaatkan teknologi kepintaran buatan sebagai medium untuk mengembangkan produktivitas dan menghasilkan karya.

“Di SMAN 1 Kalianget, Mifta mengajar bagian Teknik Komputer dan Informatika, dengan mata pelajaran Konsentrasi Keahlian Desain Komunikasi Visual. Ia juga mendapat tugas tambahan sebagai staf humas bagian web dan media sosial sekolah” jelas Kacabdin asal Pulau Masalembu itu.

Lahir di Banyuwangi pada 8 Februari 1992, Mifta sekarang menjadi salah satu contoh bahwa pembimbing di wilayah mempunyai kesempatan nan sama untuk berkecimpung dalam perkembangan teknologi dan industri kreatif.

Prestasi tersebut sekaligus mematahkan dugaan bahwa keterbatasan wilayah maupun status kepegawaian menjadi penghalang untuk berkompetisi. Dengan kemauan belajar, kreativitas, dan keahlian beradaptasi, seorang pembimbing dapat melampaui pemisah ruang kelas dan membawa nama wilayah ke panggung nan lebih luas.

“Keberhasilan Mifta diharapkan tidak berakhir sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi dorongan bagi ekosistem pendidikan di Sumenep untuk semakin terbuka terhadap inovasi, teknologi AI, dan pengembangan produktivitas digital” minta Dr. Rusliy.

Sementara itu, Mifta Febriansyah menyampaikan banyak terimakasih atas semua support nan telah diberikan Cabang Dinas dan SMN 1 Kalianget serta seluruh guru-guru di Sumenep.

Mifta menyebutkan, semua pembimbing punya kesempatan dan kesempatan nan sama untuk ikut serta dalam setiap arena pengembangan diri, sehingga pembimbing di Sumenep tetap bisa bersaing dengan wilayah lain, baik di tingkat lokal maupun tingkat nasional.

“Selama ada keinginan, tentu semua punya kesempatan nan sama. Awalnya saya juga tidak pernah berfikir bakal meraih juara, namun pada prinsip nya saya tetap percaya bahwa ketika kita berjuang hasil pasti bakal ada” ucapnya.

Penulis : Wahyu

Editor : Wandi

Follow WA Channel limadetik.com untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari Follow

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0