Apoteker Puskesmas Galis Pamekasan, Khairunnisa Asfarina saat siniar di Studio Klik Madura. (KLIKMADURA)
PAMEKASAN || KLIKMADURA – Mengonsumsi obat tidak bisa dilakukan sembarangan. Selain kudu disesuaikan dengan resep dokter, masyarakat juga perlu memahami jenis dan golongan obat agar penggunaannya tepat, aman, dan tidak menimbulkan akibat bagi kesehatan.
Apoteker Puskesmas Galis Pamekasan, Khairunnisa Asfarina, menjelaskan bahwa setiap obat mempunyai kategori nan berbeda. Karena itu, masyarakat perlu mengenali logo pada bungkusan obat sebagai pedoman sebelum mengonsumsinya.
“Kalau logonya hijau berfaedah obat bebas, sedangkan nan berlogo biru merupakan obat bebas terbatas. Biasanya obat antinyeri masuk kategori itu, tetapi jika nyeri tidak kunjung membaik kudu segera memeriksakan diri ke akomodasi kesehatan terdekat,” katanya.
Perempuan nan berkawan disapa Farin itu mengatakan, respons setiap orang terhadap obat tidak selalu sama. Sebagian pasien dapat mengalami reaksi alergi sehingga penggunaan obat perlu dihentikan dan segera dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.
Berbeda dengan obat antibiotik, Farin menegaskan bahwa obat tersebut kudu tetap dihabiskan sesuai rekomendasi master meskipun kondisi pasien sudah membaik. Jika penggunaan antibiotik dihentikan sebelum waktunya, kuman berpotensi menjadi kebal alias mengalami resistensi sehingga pengobatan bakal lebih susah ketika penyakit kembali muncul.
“Karena kuman sudah mengenali obat itu sehingga menjadi kebal. Makanya kami di Puskesmas Galis selalu mengingatkan agar antibiotik kudu dihabiskan,” tegasnya.
Farin juga menjelaskan bahwa seluruh obat nan beredar telah melalui pengawasan ketat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pengawasan tersebut dilakukan melalui penerapan Cara Pembuatan Obat nan Baik (CPOB) serta uji bioekivalensi untuk memastikan mutu, keamanan, dan faedah obat sesuai standar.
Menurutnya, penyakit nan paling sering ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Galis hingga saat ini adalah batuk. Kondisi tersebut umumnya dipicu oleh menurunnya daya tahan tubuh sehingga masyarakat lebih mudah terserang infeksi.
Selain pelayanan pengobatan, Puskesmas Galis juga terus mendorong masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Layanan tersebut dapat diikuti seluruh golongan usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia, sebagai langkah penemuan awal beragam penyakit.
“Di Puskesmas Galis Pamekasan tersedia jasa Cek Kesehatan Gratis untuk bayi sampai lansia sebagai upaya skrining kesehatan. Kami bakal terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Galis,” pungkasnya. (enk/nda)

2 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·