KABAR MADURA | Ceceran air garam dari kendaraan pengangkut kembali menjadi sorotan setelah dua sepeda motor mengalami kecelakaan di Kecamatan Galis, Bangkalan, Senin malam (10/8/2026).
Peristiwa tersebut terekam dalam video nan beredar di masyarakat. Dalam rekaman itu, kondisi jalan terlihat licin dan diduga disebabkan oleh ceceran air garam dari kendaraan pengangkut nan melintas.
Kejadian ini kembali mengingatkan pada persoalan lama nan hingga sekarang belum sepenuhnya teratasi. Bangkalan menjadi salah satu jalur nan dilintasi kendaraan pengangkut garam dari wilayah penghasil di Madura menuju wilayah tujuan lainnya.
Ketua Komisi I DPRD Bangkalan, Fadhur Rosi, mengaku terkejut persoalan itu kembali terjadi. Menurutnya, masalah ceceran air garam di jalan raya bukan perihal baru. Bahkan, persoalan itu sebelumnya telah dibahas berbareng sejumlah pihak.
“Jadi saya waktu di Komisi II sudah pernah mengumpulkan ini dari kabupaten wilayah timur. Kami juga dulu sudah bermufakat bahwa kendaraan pengangkut garam itu kudu menggunakan terpal,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).
Politisi Demokrat itu menilai pengangkutan garam perlu mendapat perhatian serius. Sebab, ceceran muatan di jalan raya berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Oleh karena itu, Fadhur meminta abdi negara mengenai tidak hanya memberikan imbauan. Penindakan tegas, kata dia, perlu dilakukan terhadap kendaraan nan mengangkut garam tanpa memperhatikan aspek keselamatan sehingga muatannya tercecer di jalan.
“Kami berambisi kepada Dishub dan Lalu Lintas Polres Bangkalan kudu menindak tegas kendaraan nan memuat garam berceceran di jalan raya,” tegasnya.
Fadhur mengingatkan, ceceran air garam bukan sekadar persoalan kebersihan jalan. Hal tersebut juga pernah berakibat terhadap keselamatan pengguna jalan.
“Karena dari dulu memang berakibat terhadap kecelakaan. Jangan sampai kejadian beberapa tahun nan lampau ini terulang kembali,” imbuhnya.
Fadhur mengungkapkan, Bangkalan bukan merupakan wilayah utama penghasil garam. Namun, justru menjadi salah satu jalur nan kudu menanggung akibat dari aktivitas pengangkutan komoditas tersebut.
Untuk itu, dia meminta pemerintah wilayah di wilayah penghasil garam ikut mengambil peran dalam memastikan kendaraan pengangkut memenuhi ketentuan keselamatan sebelum memasuki jalur umum.
“Teman-teman di wilayah Pamekasan, Sumenep, Sampang, nan memang menghasilkan garam, ya minta kerja samanya,” tuturnya.
Dia menegaskan, persoalan itu tidak semestinya hanya menjadi tanggung jawab Pemkab Bangkalan. Pengawasan kudu dilakukan sejak garam dimuat di wilayah asal hingga kendaraan melintas di jalan raya.
Sementara itu, Gakkum Lantas Polres Bangkalan, Jauhari, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk mencegah kecelakaan akibat ceceran muatan garam.
Menurutnya, koordinasi telah dilakukan dengan Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta sejumlah lembaga mengenai lainnya. Pihaknya juga telah meminta dilakukan pembersihan terhadap sisa air garam nan tercecer di jalan.
“Iya kami sudah bersurat kepada dinas mengenai untuk melakukan antisipasi kecelakaan bertambah guna membersihkan sisa air garam tersebut,” terangnya.
Jauhari menyebut, salah satu letak nan menjadi perhatian berada di wilayah Galis, terutama area tanjakan nan dinilai rawan. Titik itu disebut menjadi salah satu letak nan perlu mendapat pengawasan lantaran setiap tahun dilintasi kendaraan pengangkut garam.
Untuk mengantisipasi kecelakaan, pihaknya juga berkoordinasi dengan polsek setempat. Pengawasan bakal dilakukan dari wilayah Blega.
“Di Galis di tanjakan itu nan rawan, tapi titik pemantau bakal difokuskan dari Blega,” ungkapnya.
Selain melakukan pengawasan di Bangkalan, polisi juga telah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Sampang. Koordinasi tersebut dilakukan lantaran garam nan melintas di Bangkalan berasal dari sejumlah wilayah penghasil garam di Madura.
Pihaknya juga meminta petani dan pemilik garam memperhatikan tata langkah pemuatan. Muatan kudu dipastikan kondusif sehingga tidak mengalami kebocoran maupun tercecer selama perjalanan.
Jauhari memaparkan, persoalan tersebut sebenarnya telah berulang kali disampaikan kepada pihak terkait. Pihaknya juga sebelumnya telah memberikan peringatan mengenai tata langkah pengangkutan garam agar tidak membahayakan pengguna jalan.
“Sudah kami tegaskan, masa setiap tahun kudu kami kasih tahu lagi,” jelasnya.
Apabila kembali ditemukan kendaraan pengangkut garam nan menyebabkan muatannya tercecer di jalan, pihaknya tidak menutup kemungkinan melakukan penindakan, termasuk mengamankan kendaraan.
“Kami bakal amankan. Walaupun kami amankan, kami bakal cari pasal mana nan masuk,” pungkasnya. (fik/zul)

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·