Isu Penganiayaan Ajudan, Bupati Pamekasan Akui Marahi Tanpa Pemukulan

1 jam yang lalu 2

PAMEKASAN, koranmadura.com – Ajudan Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, berinisial DS menepis rumor penganiayaan nan menyeret nama Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, pada peristiwa Senin, 17 Agustus 2026 lalu.

Isu dugaan pemukulan tersebut sempat marak beredar di media sosial dan jejaring pesan instan. Namun, DS memastikan tidak ada tindakan bentuk alias pemukulan dalam kejadian nan terjadi menjelang penyelenggaraan Upacara HUT ke-81 RI di Pendopo Agung Pamekasan tersebut.

DS menceritakan, saat Bupati tiba di ruang kerja, sejumlah tamu undangan telah memenuhi lokasi. Lantaran situasi terburu-buru, Bupati bergegas masuk ke dalam ruangan dan menutup pintu sedikit keras.

“Bapak Bupati terburu-buru lantaran undangan sudah banyak,” ujar DS, Kamis, 20 Agustus 2026 hari ini.

Tak berselang lama, Bupati kembali keluar dari ruangannya. Saat itulah Kholilurrahman meluapkan kemarahan setelah mendapati tumpukan sampah berceceran di beberapa titik area rumah dinas.

Dalam luapan kekecewaan itu, Bupati sempat mengacungkan jari ke arah wajah DS. Meski begitu, DS menggarisbawahi tidak ada tumbukan bentuk sama sekali.

“Saya tegaskan tidak ada pemukulan,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Bupati Pamekasan, Kholilurrahman meluruskan rumor miring nan terlanjur menggelinding liar di ranah publik tersebut.

Kholilurrahman menegaskan narasi pemukulan itu sama sekali tidak berdasar. Ia membenarkan sempat meluapkan teguran keras kepada ajudannya, namun perihal itu murni dinamika pembinaan dan edukasi orang tua terhadap anak buahnya.

“Tidak betul ada pemukulan. Saya hanya memarahi seperti orang tua kepada anak,” kata Kholilurrahman.

Kholilurrahman menambahkan, pasca kejadian tersebut dirinya secara spontan langsung menyampaikan permohonan maaf kepada DS. Sikap itu diakuinya sebagai tradisi santun nan biasa dia terapkan usai menegur alias membina jejeran stafnya.

“Saya sering meminta maaf setelah memberi pengarahan dan pembinaan kepada staf,” pungkasnya. (Sudur/Fine)

Selengkapnya